BANDUNG, TandaGlobalNews — PT Bandung Djaja Textile atau Badjatex merupakan salah satu perusahaan tekstil yang telah lama beroperasi di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Perusahaan ini berdiri pada 27 Juni 1975, berdasarkan data profil perusahaan yang tersedia. Dalam sejarah industri tekstil Bandung, Badjatex menjadi salah satu perusahaan yang berkembang bersama kawasan manufaktur Dayeuhkolot dan sekitarnya.
Berdiri pada 1975
PT Bandung Djaja Textile didirikan pada 27 Juni 1975. Data perusahaan mencatat kegiatan usahanya berada dalam sektor broadwoven fabric mills atau industri kain tenun lebar.
Nama Badjatex kemudian dikenal dalam industri tekstil Bandung sebagai produsen kain.
Perusahaan beralamat di kawasan Citepus, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Direktori industri Kementerian Perindustrian tahun 2015 juga mencatat Bandung Djaja Textile sebagai perusahaan industri kain di Jalan Citepus No. 5, Dayeuhkolot.
Berkembang di Dayeuhkolot
Dayeuhkolot mempunyai sejarah panjang sebagai kawasan industri tekstil Bandung.
Letaknya yang berdekatan dengan Kota Bandung membuat kawasan ini berkembang menjadi pusat berbagai kegiatan manufaktur.
Badjatex tumbuh dalam lingkungan tersebut.
Perusahaan kemudian mengembangkan kegiatan produksi dan memperluas jenis kain yang dihasilkan.
Produksi Kain
Dokumentasi industri yang tersedia mencatat Badjatex sebagai produsen kain.
Dalam profil perusahaan yang diterbitkan pada 2016, Badjatex disebut memproduksi kain denim, printing serta dyeing-finishing. Dokumen tersebut juga mencatat kapasitas produksi lebih dari 2 juta yard per bulan untuk piece dyed cotton fabric, sekitar 600 ribu yard per bulan untuk printed fabric, serta sekitar 1 juta yard per bulan untuk basic dan fancy denim.
Angka tersebut merupakan data kapasitas yang tercatat dalam dokumen periode tersebut, sehingga tidak boleh dianggap sebagai kapasitas produksi terkini tanpa data terbaru.
Masuk ke Denim
Salah satu perkembangan penting Badjatex adalah penguatan produk denim.
Denim mempunyai pasar luas karena digunakan untuk berbagai jenis pakaian.
Badjatex kemudian dikenal sebagai salah satu produsen kain denim di Indonesia.
Dalam perkembangan yang lebih baru, perusahaan juga terlibat dalam pengembangan denim dengan pendekatan keberlanjutan.
Pada 2023, Badjatex berkolaborasi dengan desainer Ferren Justine dalam koleksi yang menggunakan material denim berkelanjutan.
Diversifikasi Produk
Kegiatan Badjatex tidak hanya berfokus pada denim.
Perusahaan juga menjalankan proses printing, dyeing dan finishing.
Dengan kemampuan tersebut, perusahaan dapat menghasilkan kain dengan berbagai warna, motif dan karakter sesuai permintaan pelanggan.
Integrasi proses juga memungkinkan pengendalian mutu dilakukan pada sejumlah tahap produksi.
Standar Kualitas
Dokumen profil industri 2016 menyebut Badjatex menerapkan standar ISO 9000 dan Oeko-Tex 100 sebagai bagian dari upaya menjamin kualitas produk.
Penerapan standar menjadi semakin penting ketika perusahaan memasuki pasar internasional.
Produsen tekstil harus mampu memenuhi spesifikasi pelanggan, termasuk persyaratan kualitas, keamanan material dan konsistensi produksi.
Terhubung dengan Pasar Global
Badjatex tidak hanya beroperasi untuk pasar domestik.
Kegiatan ekspor dan impor menjadi bagian dari aktivitas perusahaan.
Data profil tenaga kerja perusahaan juga menunjukkan adanya fungsi ekspor-impor dan pengelolaan pengiriman internasional.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan Badjatex terhubung dengan perdagangan tekstil lintas negara.
Menghadapi Persoalan Lingkungan
Sebagai perusahaan yang menjalankan proses pencelupan dan finishing, pengelolaan air limbah menjadi salah satu aspek penting.
Pada 2018, fasilitas pengolahan air limbah Badjatex di Cisirung mendapat perhatian dalam program Citarum Harum.
Pemberitaan saat itu menyebut PT Bandung Djaja Textile menjadi salah satu anggota PT Mitra Citarum Air Biru yang menggunakan sistem IPAL komunal di kawasan Cisirung.
Persoalan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi industri tekstil di sepanjang kawasan Citarum.
Ekspansi di Tengah Pandemi
Pada 2021, ketika industri tekstil masih menghadapi dampak pandemi, Badjatex termasuk perusahaan tekstil yang tercatat melakukan investasi atau ekspansi.
Katadata melaporkan Badjatex termasuk dalam sembilan perusahaan tekstil dan produk tekstil yang melakukan investasi dalam rangka memperkuat industri.
Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya mempertahankan dan mengembangkan kapasitas industri di tengah perubahan pasar.
Lebih dari Empat Dekade
Sejak berdiri pada 1975, PT Bandung Djaja Textile telah melewati lebih dari empat dekade perjalanan.
Perusahaan berkembang dari industri kain menjadi manufaktur dengan kemampuan produksi denim, printing, dyeing dan finishing.
Keberadaannya juga tidak terpisahkan dari sejarah Dayeuhkolot sebagai salah satu kawasan industri tekstil penting di Jawa Barat.
Badjatex dan Masa Depan Industri Tekstil
Perubahan industri fashion membuat produsen kain menghadapi tuntutan baru.
Selain kualitas dan harga, pelanggan semakin memperhatikan inovasi material dan aspek keberlanjutan.
Keterlibatan Badjatex dalam pengembangan denim berkelanjutan menunjukkan bagaimana perusahaan tekstil lama dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan baru.



















Tinggalkan Balasan