Pada waktu hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di lahan tebu milik PT SGN di Dusun Branggahan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar.
Api diketahui karyawan perusahaan yang sedang melakukan patroli. Kobaran api tiba-tiba membesar dan melanda area tanaman tebu.




Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Petugas Damkar Pos Pare tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB dengan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter dan lima personel. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.55 WIB.
Kebakaran lahan tersebut mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp120 juta. Namun, petugas berhasil menyelamatkan aset sekitar Rp23 juta.
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di rumpun bambu milik warga bernama Hanif di RT 1/RW 3, Dusun Bendo Kidul, Desa Bendo, Kecamatan Pare.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 13.45 WIB dan petugas Damkar Pos Grogol berangkat dua menit kemudian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB.
Api diduga berasal dari aktivitas warga yang membakar sampah.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api membesar dan merembet ke rumpun bambu seluas sekitar 25 meter persegi.
Kobaran api bahkan sempat merembet menuju tumpukan kayu yang berada di atas bangunan Pondok Darul Hikam.
Beruntung, petugas berhasil melakukan pemadaman sebelum api membesar dan mengancam bangunan.



















Tinggalkan Balasan