Kediri, TandaGlobalNews –Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo Kota Kediri disuspend atau ditangguhkan usai menyebabkan puluhan siswa mengalami keracunan diduga menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Totalnya ada 37 siswa SDN Kaliombo dan SDN Kampung Dalem 3,4 Kota Kediri yang mengalami gejala keracunan. Dari 37 siswa, 10 diantaranya menjalani perawatan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Sedangkan lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapatkan pemeriksaan medis.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG kepada sekolah tersebut telah disuspend.
“Untuk SPPG sudah disuspend. Besok SPPG tidak beroperasi,” kata Vinanda saat ditemui di RSUD Gambiran Kota Kediri, Kamis (17/9/2026) malam.
Vinanda menjelaskan, hingga saat ini penyebab siswa mengalami keluhan kesehatan masih dalam proses penyelidikan. Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
“Sampelnya masih dilakukan uji lab dan nanti segera keluar. Kita masih mencari tahu apakah dari bakteri atau bahan makanan yang tidak aman untuk anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi bagian penting dalam proses investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Terkait penutupan SPPG, Vinanda menyebut Pemkot Kediri tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penutupan secara langsung. Karena itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Nanti kita akan berkomunikasi dengan BGN, karena kita tidak punya kewenangan untuk melakukan penutupan. Yang melakukan penutupan adalah BGN,” jelasnya.
Vinanda menambahkan, hasil investigasi yang dilakukan di lapangan, termasuk hasil pemeriksaan sampel makanan, akan disampaikan kepada BGN sebagai bahan tindak lanjut.
“Kita akan sampaikan hasil investigasinya kepada BGN,” tambahnya.
Pemkot Kediri juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menginvestigasi kejadian tersebut. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri dan Kejaksaan, serta Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah (korwil) dan koordinator kecamatan (korcam).
“Kami sudah koordinasi TNI, Polri dan Kejaksaan untuk melakukan investigasi. Kita juga berkolaborasi dengan BGN, ada korwil dan korcam,” ungkapnya.
Vinanda menegaskan, saat ini keselamatan dan kondisi kesehatan para siswa menjadi prioritas Pemkot Kediri. Pemerintah memastikan anak-anak yang terdampak mendapatkan penanganan perawatan dan pelayanan cepat yang optimal.
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan