Perkuat Kapasitas Industri Pertahanan
Kerja sama Indonesia dan Prancis tidak hanya mencakup pengadaan alat utama sistem persenjataan. Pemerintah kedua negara juga mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, pertukaran personel, transfer teknologi, serta penguatan industri pertahanan.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menyebut kerja sama pertahanan kedua negara mencakup penguatan kemampuan dan profesionalisme personel serta pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan. Pengembangan industri pertahanan juga menjadi bagian dari hubungan bilateral tersebut.
Kunjungan ke PT PAL juga berlangsung dalam rangkaian kunjungan Catherine Vautrin ke Indonesia pada 23–24 September 2026. Sebelumnya, Catherine bertemu Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta dan membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis.
Kerja sama tersebut berlangsung bersamaan dengan berbagai kegiatan pertahanan Indonesia-Prancis lainnya, termasuk Latihan Bersama PEGASE 2026. Dalam latihan tersebut, TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Prancis melaksanakan sejumlah kegiatan untuk memperkuat interoperabilitas kedua angkatan bersenjata.
Melalui kerja sama di bidang sumber daya manusia dan industri pertahanan, pembangunan Scorpène di dalam negeri menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional.
Program tersebut sekaligus membuka ruang bagi peningkatan penguasaan teknologi dan keterampilan tenaga ahli Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group. Dengan pembangunan kapal selam yang dilakukan di PT PAL, sebagian kemampuan produksi dan integrasi dapat dikembangkan di dalam negeri sesuai dengan pembagian tanggung jawab dalam program kerja sama tersebut.


















Tinggalkan Balasan