Kebakaran melanda area sepah tebu milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Dusun Ngrombeh, Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Minggu (13/9/2026). Kebakaran diduga dipicu percikan api dari sebuah traktor yang mengalami overheat saat beraktivitas di area tersebut.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, kebakaran diketahui setelah petugas PT SGN yang sedang melakukan patroli melihat api semakin membesar. Laporan kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran Pos Ngadiluwih.
“Api diduga berasal dari percikan traktor yang mengalami overheat di area sepah tebu. Setelah mengetahui api semakin membesar, petugas PT SGN segera menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Kaleb.
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.00 WIB. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 13.03 WIB dan tiba sekitar pukul 13.12 WIB.
Proses pemadaman melibatkan tujuh armada dengan total 32 personel gabungan. Selain Damkar Kabupaten Kediri, penanganan juga didukung Damkar Kota Kediri, Damkar Kabupaten Tulungagung, serta tim pemadam kebakaran PT Gudang Garam.
Menurut Kaleb, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala maupun merambat ke area lainnya. Penanganan berlangsung hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 19.35 WIB.
“Pemadaman dilakukan sesuai standar operasional prosedur dengan melibatkan personel dan armada gabungan. Api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman,” jelasnya.
Kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit traktor mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta. Meski demikian, penanganan cepat petugas berhasil menyelamatkan aset PT SGN yang diperkirakan bernilai sekitar Rp1,5 miliar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh proses pemadaman berjalan dengan aman hingga api berhasil dikendalikan.
Kaleb mengimbau pengelola maupun pekerja di area perkebunan dan pabrik untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika menggunakan kendaraan atau mesin di tengah material yang mudah terbakar seperti sepah tebu.
“Area sepah tebu merupakan material yang mudah terbakar, sehingga penggunaan mesin atau kendaraan harus benar-benar diperhatikan. Jika muncul tanda-tanda panas berlebih maupun percikan api, segera lakukan penanganan dan laporkan apabila api mulai membesar,” pungkasnya.
Reporter: Wildan Wahid Hasyim
Editor: Rizky Rusdiyanto



















Tinggalkan Balasan