Aktivitas Pengolahan Pasir di Desa Sumberagung Picu Sorotan, Kondisi Jalan Jadi Perhatian

Aktivitas pengolahan pasir di Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kediri, Rabu (23/6/2026). Truk pengangkut tampak sedang memuat pasir untuk proses selanjutya.
(Foto: Dok. TGN/Maulana Rahmadha)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Penelusuran aktivitas usaha material di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, membawa tim ke lokasi kedua yang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi pasir. Berbeda dengan titik pertama yang didominasi aktivitas pengambilan material, lokasi ini lebih banyak dimanfaatkan untuk proses pengolahan pasir sebelum dijual kepada konsumen.

Saat diliput oleh Tim Redaksi Tanda Global News pada Rabu, 23 Juni 2026, di lokasi terlihat sejumlah gundukan pasir hasil pengolahan. Di beberapa titik juga tampak cekungan tanah yang terbentuk akibat aktivitas pengambilan dan pengelolaan material yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu.

Selain itu, akses jalan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Kondisi jalan di sekitar area tampak mengalami kerusakan di sejumlah titik, diduga akibat intensitas lalu lintas kendaraan berat yang keluar masuk untuk mengangkut material pasir.

Dari hasil percakapan dengan pekerja di lokasi, diketahui bahwa pasir yang masuk ke area tersebut terlebih dahulu dicuci untuk meningkatkan kualitasnya sebelum dipasarkan.

“Kalau yang ini dicuci dulu, setelah itu baru dimuat ke truk,” ujar salah seorang pekerja.

Menurut keterangan yang diperoleh, proses pencucian dilakukan untuk menghasilkan pasir yang lebih bersih dan siap digunakan sebagai material konstruksi. Pasir yang telah melalui proses tersebut memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan material yang belum diolah.

Pekerja menyebut harga pasir hasil pencucian berkisar Rp600 ribu hingga Rp650 ribu per muatan truk. Sementara material yang belum melalui proses pengolahan dijual dengan harga yang lebih rendah.

Selain melayani pembeli dari sekitar Plosoklaten, material dari lokasi tersebut juga disebut dikirim ke sejumlah wilayah lain sesuai permintaan konsumen. Penjualan dilakukan berdasarkan pesanan sehingga aktivitas pemuatan umumnya menyesuaikan kebutuhan pengiriman.

Baca Juga  Mas Dhito Kejar Stadion GDJ Bisa Dipakai pada 2027, Atap Rampung Tahun Ini

Dalam percakapan tersebut, pekerja juga mengungkapkan bahwa area yang saat ini digunakan untuk pengolahan pasir sebelumnya merupakan lahan pertanian tebu. Setelah masa panen berakhir, sebagian lahan dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan usaha material bangunan.

“Kalau dulu ini lahan tebu, setelah panen kemudian digarap seperti sekarang,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas yang berfokus pada pengelolaan material pasir. Sejumlah tumpukan pasir tampak telah dipisahkan berdasarkan jenis dan kualitasnya, sementara kendaraan pengangkut sesekali datang untuk mengambil pesanan.

Lokasi ini berada tidak jauh dari titik pengambilan material yang sebelumnya ditemukan di Desa Sumberagung. Temuan tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan antara proses pengambilan bahan baku dan pengolahan material dalam satu kawasan yang sama.

Keberadaan lokasi ini memperlihatkan bahwa aktivitas usaha material di Desa Sumberagung tidak hanya mencakup pengambilan bahan baku, tetapi juga proses pengolahan sebelum material didistribusikan kepada konsumen. Penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui pola distribusi, pengelolaan usaha, serta status perizinan kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.


Jurnalis : Maulana Rahmadha

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *