KEDIRI, Tandaglobal.news — Di kawasan Perkebunan Damarwulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terdapat lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Jeding Miring. Tempat ini menyimpan sisa struktur bangunan lama, batu-batu besar, serta tulisan yang terukir pada batu dan hingga kini belum diketahui secara pasti maknanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (16/10/2026), akses menuju Jeding Miring cukup sulit karena dipenuhi tumbuhan rimbun dan berada di medan yang miring.

Air masih terlihat mengisi bagian jeding, meski sebagian permukaannya telah ditumbuhi lumut hijau. Sementara itu, tulisan pada batu masih tampak jelas dengan panjang diperkirakan sekitar dua meter.

Komandan keamanan Perkebunan Damarwulan, Agus Widodo, mengatakan nama Jeding Miring berkaitan dengan cerita orang-orang terdahulu yang menyebut lokasi tersebut sebagai tempat pemandian atau persinggahan para bangsawan pada masa kolonial Belanda.

“Dari cerita orang-orang tua dahulu, tempat itu digunakan untuk pemandian atau persinggahan para bangsawan yang datang ke kawasan perkebunan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Keberadaan tulisan pada batu menjadi salah satu hal yang menarik di Jeding Miring. Agus menyebut, beberapa tahun lalu sekitar tujuh peneliti dari Bandung pernah datang untuk mengamati tulisan tersebut.

Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, makna tulisan itu belum terungkap secara pasti.

“Dulu pernah ada sekitar tujuh peneliti dari Bandung yang datang untuk melihat tulisan di batu itu. Tetapi sampai sekarang, setahu saya, artinya belum diketahui secara pasti,” jelasnya.

Penentuan usia, jenis aksara, dan makna inskripsi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dari ahli sejarah maupun arkeologi.

Selain menyimpan jejak bangunan lama, Jeding Miring dikenal memiliki sumber air yang tetap tersedia saat musim kemarau panjang. Menurut Agus, berdasarkan pengamatan dan cerita yang berkembang di kawasan perkebunan, sumber air itu tidak mudah mengering, bahkan ketika kemarau berlangsung hingga delapan atau sembilan bulan.

Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi lokasi ini. Meski demikian, fungsi bangunan dan kaitannya dengan sumber air pada masa lalu masih perlu diteliti lebih lanjut.

Dengan keberadaan struktur batu, tulisan kuno, dan sumber air yang masih bertahan, Jeding Miring menyimpan potensi sejarah yang layak ditelusuri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap asal-usul situs sekaligus memastikan cerita yang selama ini diwariskan masyarakat.