JAKARTA, Tandaglobal.news — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji pola baru penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan langsung di kelas. Model ini dinilai dapat membuat makanan diterima siswa dalam kondisi lebih hangat dan segar karena waktu antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi menjadi lebih singkat.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, hingga 5 Oktober 2026, uji coba sistem tersebut telah dilakukan di lebih dari 60 dapur.

Makanan dari dapur dibawa dalam kondisi hangat untuk kemudian disajikan di kelas.

“Per hari ini, di tanggal 5 ini kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas,” ujar Sudaryono, Senin (5/10/2026).

BGN berharap model tersebut dapat meningkatkan kualitas makanan sekaligus mengurangi jeda waktu sebelum makanan dikonsumsi.

Menurut Sudaryono, waktu tunggu yang lebih pendek juga diharapkan dapat menekan risiko kerusakan makanan yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Namun, perubahan metode penyajian ini belum serta-merta menjawab seluruh persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Sebelumnya, BGN menyebut hasil evaluasi internal terhadap kasus gangguan kesehatan dalam program MBG menunjukkan sekitar 80–90 persen berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan makanan.

Artinya, persoalan keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan lama waktu makanan menunggu untuk dikonsumsi.

Kepatuhan terhadap SOP sejak proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima siswa tetap menjadi faktor penting.

BGN juga sebelumnya menetapkan batas maksimal empat jam sejak makanan matang hingga dikonsumsi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, higiene, sanitasi, dan mutu pangan.

Dengan sistem baru, rantai penyajian justru melibatkan lebih banyak tahapan setelah makanan meninggalkan dapur.

Makanan harus dibawa ke sekolah, diteruskan ke kelas, kemudian disajikan secara prasmanan sebelum akhirnya dikonsumsi siswa.