KEDIRI, Tandaglobal.news — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah Kabupaten Kediri mengalami peningkatan selama musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut terlihat dari data kunjungan di Puskesmas Puncu dan Puskesmas Kepung hingga September 2026.

Di Puskesmas Puncu, jumlah kunjungan penderita ISPA tercatat sebanyak 833 kasus pada Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat menjadi 1.324 kasus pada September 2026.

Kepala Puskesmas Puncu, dr. Sri Wahyuni Indrayanti, mengatakan ISPA memang menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus cukup tinggi setiap tahunnya.

Selama kemarau berkepanjangan, kasus cenderung mengalami peningkatan dibandingkan kondisi biasanya.

“ISPA setiap tahun memang menjadi penyakit dengan jumlah kasus yang cukup tinggi. Ketika kemarau berkepanjangan, kasusnya cenderung meningkat,” jelasnya.

Hal serupa juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas Kepung.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus ISPA pada triwulan II atau April-Juni 2026 mencapai 1.562 kasus.

Sementara pada triwulan III atau Juli-September 2026 meningkat menjadi 2.169 kasus, atau bertambah sekitar 607 kasus.

Penanggung Jawab (PJ) Management Puskesmas Kepung, Giartiningsih, menyebut kasus ISPA ditemukan pada kelompok usia 0-17 tahun maupun 18-59 tahun.

Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau panjang yang membuat lingkungan lebih banyak terpapar debu.

Penularan ISPA juga relatif cepat karena dapat menyebar melalui udara dan percikan dari saluran pernapasan.