KEDIRI, TandaGlobalNews –Keluarga Tri Sutrisno, warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, berharap standar keselamatan transportasi laut diperketat setelah Tri teridentifikasi sebagai korban musibah Kapal Virgo Transport 8. Keluarga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan penumpang maupun pekerja yang menggunakan jalur laut semakin diperhatikan.
Tri diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi dengan rute Surabaya–Banjarmasin. Perjalanan jarak jauh tersebut menjadi bagian dari aktivitas pekerjaannya dan membuat Tri harus menggunakan transportasi laut dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Menurut keluarga, Tri dikenal sebagai pekerja keras. Ia juga memiliki jadwal kepulangan yang tidak selalu tetap karena menyesuaikan dengan muatan ekspedisi yang dibawanya.
Nuyen Fauzi, sepupu Tri, mengatakan keluarga berharap peristiwa yang dialami Tri dapat menjadi perhatian terhadap penerapan standar keselamatan transportasi laut. Menurutnya, keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap perjalanan.
“Kami berharap standar keselamatan dan SOP keselamatan penumpang maupun operasional kapal benar-benar ditingkatkan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Nuyen Selasa (29/9/2026).
Harapan tersebut disampaikan setelah keluarga menerima kepastian bahwa Tri telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Banjarmasin. Informasi identifikasi diterima keluarga pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebelum mendapat kepastian tersebut, keluarga sempat menunggu kabar mengenai keberadaan Tri setelah komunikasi dengan korban terputus dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Proses pencarian dan identifikasi kemudian dilakukan hingga akhirnya identitas Tri dapat dipastikan.
Bagi keluarga, kepastian identitas tersebut mengakhiri masa penantian. Namun, peristiwa yang dialami Tri juga meninggalkan duka sekaligus harapan agar aspek keselamatan transportasi laut semakin diperhatikan.
Nuyen menjelaskan, Tri merupakan sosok yang sederhana, mudah bergaul dan dikenal sebagai pekerja keras. Selama bekerja sebagai sopir ekspedisi, perjalanan jarak jauh menjadi bagian dari rutinitasnya.
Tri dalam perjalanan tersebut juga bersama Aditya Firmansyah, kerabatnya yang lebih dahulu ditemukan. Keduanya merupakan warga Dusun Nanas yang berangkat bersama dalam perjalanan menggunakan kendaraan ekspedisi menuju Banjarmasin.
Kepala Dusun Nanas Hadi Sukarji membenarkan bahwa terdapat dua warga dari wilayah tersebut yang ikut dalam perjalanan. Keduanya diketahui memiliki aktivitas pekerjaan yang berkaitan dengan perjalanan jarak jauh.
“Di sini memang ada dua warga yang ikut dalam perjalanan itu. Kalau yang bekerja sebagai sopir ekspedisi jarak jauh seperti ini, memang mereka yang kami ketahui,” tuturnya.
Keluarga berharap evaluasi terhadap keselamatan pelayaran dapat dilakukan secara menyeluruh, baik berkaitan dengan kondisi kapal, prosedur operasional maupun keselamatan orang-orang yang berada di dalam perjalanan.
Bagi keluarga korban, peningkatan standar keselamatan bukan hanya penting untuk mencegah kejadian serupa, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan transportasi laut untuk bekerja maupun bepergian.
Keluarga juga berharap musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan secara konsisten dalam setiap perjalanan laut, sehingga keselamatan penumpang dan pekerja dapat semakin terjamin.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto



















Tinggalkan Balasan