KEDIRI, Tandaglobal.news — Aktivitas UMKM dalam rangkaian Expresi Santri 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, belum dirasakan sama oleh seluruh pedagang. Salah satunya pedagang sandal yang mengaku omzet penjualannya masih menurun dibandingkan sejumlah event sebelumnya, Senin (28/9/2026).

Rangga (40), pedagang sandal asal Kebumen, Jawa Tengah, mengatakan jumlah transaksi selama mengikuti rangkaian kegiatan Hari Santri belum sesuai harapan.

Bahkan, hingga Senin, lapaknya baru mendapatkan satu pembeli.

“Kalau dibandingkan acara sebelumnya memang jauh berbeda. Hari ini dari pagi sudah buka, tetapi baru satu pasang yang terjual. Jadi omzetnya masih turun,” ujar Rangga.

Ia mengaku lapaknya telah dibuka sejak sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, hingga beberapa waktu berjalan, belum banyak pengunjung yang datang dan melihat dagangannya.

Menurut Rangga, suasana kegiatan biasanya lebih ramai pada akhir pekan.

Minggu pagi menjadi salah satu waktu yang dirasakannya cukup banyak pengunjung. Sementara pada malam hari, jumlah masyarakat yang datang dinilai masih relatif sepi.

Kondisi berbeda sempat dirasakan pada Sabtu.

Sejumlah kegiatan seperti lomba memasak dan merajut membuat kawasan acara lebih ramai sehingga memberikan peluang bagi pedagang untuk mendapatkan pembeli.

“Kalau Sabtu kemarin lumayan ramai karena ada beberapa kegiatan. Tapi kalau malam biasanya masih sepi,” katanya.

Rangga membandingkan kondisi tersebut dengan event sebelumnya yang menurutnya mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan memberikan dampak lebih besar terhadap penjualan, seperti kegiatan Kuno Kini.

Meski begitu, ia masih berharap jumlah pengunjung meningkat karena rangkaian Expresi Santri 2026 masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kegiatan tersebut, semakin besar pula peluang transaksi bagi para pelaku UMKM.