


KEDIRI, Tandaglobal.news — Rangkaian Expresi Santri 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, turut diramaikan berbagai pelaku usaha yang menawarkan beragam produk lokal kepada masyarakat.
Salah satunya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri melalui bidang ekonomi serta pelaku usaha Fanani yang menjual sarung dan aneka donat, Jumat (25/9/2026).
DWP Kemenag Kabupaten Kediri membuka stan yang menawarkan berbagai makanan dan minuman hasil produksi rumahan para anggotanya.
Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan dan memasarkan produk anggota DWP kepada pengunjung.
Ketua Bidang Ekonomi DWP Kemenag Kabupaten Kediri, Lutfi Saifurrizal, mengatakan pihaknya telah tiga kali mengikuti agenda bazaar tersebut. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi sekitar empat hingga lima hari sebelum kegiatan.
“Persiapannya kami lakukan dengan koordinasi di kantor sekitar empat sampai lima hari sebelumnya. Produk yang kami bawa berasal dari anggota DWP se-Kabupaten Kediri, baik dari KUA, madrasah maupun anggota inti Kemenag,” ujar Lutfi, Jumat (25/9/2026).
Beragam produk tersedia di stan DWP, mulai dari nasi, minuman hingga aneka keripik.
Di antaranya keripik kelapa atau kelamuk, keripik tempe, pare, wortel dan berbagai jenis camilan lainnya.
Lutfi menjelaskan, seluruh produk yang dijual merupakan hasil produksi rumahan anggota DWP dan bukan berasal dari pabrik.
Lama proses pembuatannya berbeda-beda, tergantung jenis produk, dengan beberapa makanan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari.
Untuk memudahkan transaksi, stan DWP menggunakan sistem kupon yang dapat ditukarkan dengan produk.
Sekitar 150 kupon disiapkan dengan harga produk yang beragam, mulai Rp4.500 hingga Rp25.000.
Menurut Lutfi, pelaksanaan bazaar selama 10 hari memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produknya secara lebih luas.
Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, antusiasme pembeli cukup baik, terutama saat akhir pekan.
“Kalau Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai. Kalau hari biasa cenderung standar, apalagi kalau terkendala hujan,” jelasnya.
Sementara itu, momentum Expresi Santri 2026 juga dimanfaatkan Fanani, pelaku usaha asal Kediri Selatan, untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan tersebut.
Ia membuka lapak yang menjual aneka sarung, termasuk produk seri Gus Iqdam Series.
Menurut Fanani, momentum Hari Santri menjadi waktu yang tepat untuk menawarkan produk sarung karena memiliki keterkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan santri.
“Karena momennya Hari Santri, kami merasa sangat cocok kalau menjual sarung. Ini juga pertama kalinya kami mengikuti kegiatan seperti ini,” ujar Fanani.



















Tinggalkan Balasan