Menariknya, lapak Fanani tidak hanya menawarkan sarung.
Ia juga menggabungkan penjualan dengan aneka donat yang dibuat oleh istrinya.
Kolaborasi tersebut dilakukan karena sang istri memiliki keterampilan membuat donat.
Produk makanan tersebut kemudian dipasarkan bersama sarung dalam satu lapak selama kegiatan berlangsung.
Fanani mengatakan persiapan untuk mengikuti kegiatan telah dilakukan dengan matang.
Ia berharap keikutsertaannya dapat ikut mendukung keberlangsungan UMKM di wilayah Kediri sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung.
“Persiapannya sudah kami siapkan dengan matang. Harapannya UMKM di wilayah Kediri tetap berjalan lancar dan kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat,” katanya.
Ia juga berharap pelaksanaan peringatan Hari Santri pada tahun-tahun berikutnya dapat semakin baik, terutama dari sisi penataan lapak agar para pelaku usaha maupun pengunjung merasa lebih nyaman.
“Semoga ke depan acaranya bisa lebih baik lagi, termasuk penataan stan atau lapaknya supaya lebih rapi,” pungkasnya.
Sementara itu, Lutfi berharap rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini dapat berlangsung semakin meriah dan sukses.
Ia juga berharap jumlah stan pada kegiatan mendatang dapat terus bertambah dengan melibatkan lebih banyak perwakilan dari kecamatan maupun madrasah.
“Harapannya kegiatan Hari Santri semakin meriah dan sukses. Kalau bisa stan pamerannya juga semakin banyak, misalnya ada perwakilan dari setiap kecamatan atau madrasah,” pungkasnya.
Keikutsertaan DWP Kemenag Kabupaten Kediri dan berbagai pelaku UMKM tersebut turut memperlihatkan beragam produk lokal yang dapat ditemui masyarakat selama rangkaian Expresi Santri 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026.



















Tinggalkan Balasan