TEHERAN, Tandaglobal.news Iran disebut menilai berbagai perkembangan terbaru menunjukkan adanya persiapan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menghadapi kemungkinan perang dalam skala penuh. Kondisi tersebut membuat Teheran mempertimbangkan penggunaan kekuatan sebagai bagian dari responsnya.

Akademisi Iran, Mostafa Khoshcheshm, mengatakan salah satu pilihan yang dinilai dapat digunakan Iran adalah mendorong kenaikan harga minyak mentah. Langkah tersebut disebut bertujuan memberikan tekanan terhadap kondisi politik di AS menjelang pemilihan umum sela.

Menurut Khoshcheshm, upaya tersebut dapat dilakukan dengan menutup Selat Hormuz untuk sementara waktu. Ia menyebut penutupan jalur strategis tersebut kemungkinan berlangsung selama beberapa bulan.

Mengutip Republika Online, Khoshcheshm menilai Iran memandang Presiden AS Donald Trump hanya memahami apa yang disebut sebagai “bahasa kekuatan”. Ia juga mengatakan kegagalan pelaksanaan nota kesepahaman sebelumnya menjadi salah satu alasan munculnya pandangan tersebut.

Khoshcheshm juga menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpotensi kembali mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran. Menurutnya, kondisi politik Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, Trump pada Ahad (20/9/2026) menyampaikan bahwa Washington memiliki beberapa pilihan dalam menghadapi konflik dengan Iran. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut pilihan tersebut antara lain menghancurkan Iran, membiarkan perekonomiannya terus memburuk, atau mencapai kesepakatan.

Trump juga mengeluarkan pernyataan keras terkait kemungkinan tindakan terhadap Iran. Namun, di tengah ketegangan tersebut, ia menyatakan masih membuka peluang untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung pekan ini.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran masih berlangsung, sementara kemungkinan jalur diplomasi juga masih disebut terbuka.