Kediri, TandaGlobalNews –Kabar mengenai kapal yang mengalami musibah di tengah perjalanan menuju Banjarmasin membuat keluarga Aditya Firmansyah (20), warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, diliputi kecemasan. Aditya diketahui berangkat sebagai kernet bersama kakaknya, Tri Sutrisno (30), yang bekerja sebagai sopir tronton.
Keduanya berangkat dengan tujuan Banjarmasin untuk mengirim muatan paket ekspedisi. Tri Sutrisno bertugas sebagai sopir tronton, sementara Aditya yang merupakan lulusan SMA Al Wahid Kepung ikut sebagai kernet.
Berdasarkan keterangan keluarga, keberangkatan dilakukan pada Jumat (11/9/2026). Dari rumah, keduanya terlebih dahulu menggunakan bus sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian menyusul ke Surabaya pada sore atau menjelang Magrib untuk bergabung dengan perjalanan menggunakan truk tronton.
Dalam perjalanan tersebut, kendaraan dan rombongan kemudian menyeberang menggunakan Kapal Virgo Transport 8.
Keluarga masih sempat berkomunikasi dengan Aditya pada Jumat itu sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu komunikasi terputus karena kapal berada di tengah laut dan sinyal tidak lagi tersedia.
Keluarga mulai semakin khawatir ketika hingga Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB tidak mendapatkan kabar. Sekitar pukul 04.00 WIB, komunikasi pun masih belum tersambung.
“ Setelah itu sudah tidak ada komunikasi. Kami kemudian mendapat informasi dari teman dan juga melihat siaran langsung di TikTok terkait kejadian kapal tersebut,” ujar Ratna Sri Astutik, keluarga Aditya, Senin (14/9/2026).
Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan kapal mengalami musibah di tengah perjalanan yang diduga berkaitan dengan kondisi cuaca buruk. Namun, keluarga masih menunggu perkembangan resmi dari tim pencarian dan pihak berwenang.
Menurut informasi yang diterima keluarga, kapal tersebut membawa 243 orang. Dari jumlah itu, 113 orang disebut telah ditemukan selamat, enam orang meninggal dunia, sementara 130 orang lainnya masih dalam pencarian.
Proses pencarian hingga kini disebut masih berlangsung dengan melibatkan dua kapal evakuasi. Keluarga pun terus menunggu kabar mengenai keberadaan Tri dan Aditya.
Ratna mengatakan pihak keluarga berharap keduanya segera ditemukan dan mendapatkan kepastian mengenai kondisi mereka.
“Kami hanya bisa berharap Aditya dan kakaknya segera ditemukan. Kami masih menunggu kabar dari tim evakuasi dan pihak yang berwenang, semoga ada informasi terbaru mengenai keduanya,” ucapnya.
Aditya sendiri baru sekitar dua bulan ikut bekerja bersama kakaknya. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman keduanya menyeberangi laut. Keputusan ikut sebagai kernet disebut karena Aditya ingin mencari pengalaman sekaligus menemani kakaknya yang sudah lama bekerja sebagai sopir.
Hingga Senin (14/9/2026), keluarga masih menantikan perkembangan pencarian dan informasi resmi mengenai keberadaan keduanya.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan