
KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial Kabupaten Kediri terus melakukan pendampingan terhadap peserta didik Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 455 anak yang menjadi bagian dari program tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 356 peserta didik yang saat ini menjadi fokus pengoptimalan pendampingan serta 99 peserta lainnya.
Menurut Subur, pelaksanaan Sekolah Rakyat masih menghadapi berbagai dinamika.
Tidak semua peserta didik langsung mampu beradaptasi dengan lingkungan maupun sistem pendidikan yang dijalankan.
“Ada dinamika. Ada yang kerasan, ada yang masih perlu didampingi dan sebagainya,” ujar Subur.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada proses pendidikan formal, tetapi juga memastikan peserta didik mendapatkan pendampingan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Subur menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memaksimalkan 356 peserta didik yang telah terdata.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan dan pendampingan dapat berjalan optimal sebelum dilakukan pengembangan lebih lanjut.
“Sekarang ini kita memaksimalkan sejumlah sekitar 356 itu dulu. Supaya ke depan bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan adanya penambahan peserta didik. Menurut Subur, proses penjaringan dalam arti seleksi awal telah dilalui.
Namun, Dinas Sosial masih membuka ruang untuk melakukan penjangkauan apabila ditemukan anak yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Penjaringan tidak. Istilahnya penjangkauan. Prosesnya sebenarnya sudah lewat. Tapi kita tidak menutup kemungkinan, masih terbuka untuk ada anak-anak yang bisa karena tentunya sesuai dengan kriteria yang ada,” katanya.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kini lebih menitikberatkan proses pada pemenuhan kebutuhan peserta didik yang sudah masuk Sekolah Rakyat, sembari tetap memberikan kesempatan bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan.
Subur menambahkan, dinamika peserta didik menjadi bagian yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan program.
Terutama dalam hal kemampuan beradaptasi, kenyamanan mengikuti kegiatan, hingga kebutuhan pendampingan secara individual.
“Artinya sudah memasuki wilayah pemateri,” ujarnya, menjelaskan bahwa proses saat ini mulai bergerak dari tahap penjaringan menuju pelaksanaan pembelajaran dan pendampingan peserta didik.
Dengan jumlah peserta yang telah mencapai 455 anak, Pemkab Kediri berharap program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal dan memberikan akses pendidikan sekaligus pendampingan kepada anak-anak yang menjadi sasaran program.
Pemerintah juga memastikan proses penjangkauan tetap dapat dilakukan apabila dalam perjalanannya ditemukan calon peserta yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.



















Tinggalkan Balasan