BANDUNG, TandaGlobalNews — PT Vonex Indonesia merupakan salah satu perusahaan tekstil yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Perusahaan didirikan pada 1974 melalui joint venture Mitsubishi Corporation dan Mitsubishi Rayon Co. Ltd. Kegiatan produksi pabrik pertama dimulai pada 1975.
Sejak awal, Vonex diarahkan untuk menghasilkan benang berkualitas bagi pasar Indonesia maupun pelanggan internasional.
Berdiri pada 1974
Menurut sejarah resmi perusahaan, PT Vonex Indonesia didirikan pada 1974 melalui kerja sama Mitsubishi Corporation dan Mitsubishi Rayon.
Tujuan awalnya berkaitan dengan pemanfaatan biaya produksi Indonesia yang relatif kompetitif sekaligus menghasilkan benang dengan kualitas yang dapat memenuhi standar pelanggan Jepang.
Investasi tersebut menjadikan Vonex sebagai salah satu contoh masuknya modal Jepang ke industri tekstil Jawa Barat pada era 1970-an.
Pabrik Pertama Mulai Produksi
Setelah perusahaan didirikan pada 1974, pabrik pertama mulai berproduksi pada 1975.
Sejarah resmi Vonex mencatat fasilitas tersebut sebagai Factory No. 1.
Produksi kemudian berkembang seiring meningkatnya permintaan.
Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan menambah fasilitas dan kapasitas secara bertahap.
Ekspansi Pabrik Kedua
Pada 1989, Vonex melakukan ekspansi melalui pengembangan Factory No. 2.
Penambahan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa produksi perusahaan terus mengalami pertumbuhan.
Perkembangan tidak berhenti di sana.
Vonex kemudian kembali memperluas kapasitas melalui pembangunan fasilitas produksi berikutnya.
Factory No. 3 dan 4
Sejarah perusahaan mencatat ekspansi Factory No. 3 pada 1996 dan 1997, masing-masing melalui pengembangan kapasitas.
Kemudian pada 1999, dilakukan ekspansi Factory No. 4.
Rangkaian ekspansi tersebut menggambarkan perkembangan perusahaan dari satu fasilitas produksi menjadi kompleks manufaktur tekstil yang lebih besar.
Memasuki Bisnis Dyeing
Pada 2000, PT Mira Fiber bergabung dengan Vonex dan menjadi bagian dari Dyeing Division.
Langkah tersebut memperkuat kemampuan perusahaan dalam melakukan pencelupan benang.
Dengan demikian, kegiatan Vonex tidak hanya berhenti pada pemintalan.
Perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan mewarnai benang sesuai kebutuhan pelanggan.
Produk Berbasis Acrylic
Vonex dikenal sebagai produsen benang yang menggunakan berbagai komposisi serat.
Profil resmi perusahaan menyebut produk utama mencakup 100 persen Vonnel acrylic serta berbagai campuran acrylic dengan wool, nylon, rayon dan modal.
Perusahaan juga menyediakan layanan yarn dyeing melalui tim internal.
Kemampuan tersebut membuat Vonex dapat menghasilkan benang dengan karakter dan warna sesuai kebutuhan pelanggan.
Pasar Internasional
Orientasi ekspor menjadi bagian penting dalam sejarah Vonex.
Perusahaan menyebut bahwa sejak awal sebagian besar pelanggannya berasal dari luar negeri.
Saat ini, lebih dari 80 persen produk jadi dipasarkan ke negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Malaysia, Thailand, Vietnam, Selandia Baru, Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Hal tersebut memperlihatkan kuatnya posisi Vonex dalam rantai pasok tekstil internasional.
Pergantian Kepemilikan pada 2009
Perubahan besar terjadi pada 2009.
Menurut sejarah resmi perusahaan, Vonex diakuisisi oleh Choi Wijaya.
Akuisisi tersebut mengakhiri fase awal perusahaan sebagai usaha patungan yang dibentuk Mitsubishi Corporation dan Mitsubishi Rayon.
Setelah itu, Vonex melanjutkan kegiatan produksi dengan struktur kepemilikan baru.
Tetap Berbasis di Rancaekek
Vonex beroperasi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, di kawasan yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat industri tekstil Jawa Barat.
Profil perusahaan menyebut pabriknya berada di kaki pegunungan di Rancaekek, Bandung.
Lokasi tersebut menjadi basis kegiatan pemintalan dan pencelupan selama puluhan tahun.
Teknologi dan Efisiensi
Industri benang sangat bergantung pada kualitas serat, teknologi mesin, pengendalian proses dan konsistensi produk.
Karena itu, Vonex terus melakukan pengembangan kapasitas dan teknologi.
Perusahaan saat ini menyebut produksi sekitar 700 ton per bulan dan mempekerjakan sekitar 800 orang.
Angka tersebut merupakan profil perusahaan saat ini dan berbeda dengan kapasitas pada masa awal berdirinya.
Bertahan Lebih dari Lima Dekade
Dari pendirian pada 1974 hingga sekarang, Vonex telah melewati lebih dari lima puluh tahun perjalanan.
Perusahaan mengalami perubahan kepemilikan, ekspansi fasilitas dan pengembangan jenis produk.
Namun, bisnis utama berupa pemintalan dan pencelupan benang tetap menjadi bagian penting dari identitas perusahaan.
Dari investasi Mitsubishi Corporation dan Mitsubishi Rayon pada 1974, PT Vonex Indonesia berkembang melalui pembangunan sejumlah fasilitas produksi, masuknya divisi dyeing dan perubahan kepemilikan pada 2009. Kini, perusahaan tetap beroperasi di Rancaekek dan memasok benang untuk pelanggan di berbagai negara.



















Tinggalkan Balasan