Selain promosi, kemasan produk juga menjadi perhatian. Misbahul menyebut sejumlah usaha kerupuk masih menggunakan kemasan sederhana sehingga tampilannya dinilai kurang menarik bagi konsumen.
“Nah, padahal kalau kita bisa packaging-nya lebih menarik, kita kan bisa masuk ke retail yang besar, mungkin ke toko, harapannya sih seperti itu,” jelasnya.
Melalui pelatihan promosi digital, pemerintah desa berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan membuat konten dan memperkenalkan produk secara lebih menarik. Pengembangan kualitas kemasan serta identitas merek atau branding juga diharapkan dapat mendukung pemasaran.
Dengan upaya tersebut, produk lokal Desa Krenceng diharapkan mampu menjangkau pasar lebih luas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Selain mengembangkan UMKM, Pemerintah Desa Krenceng tetap memprioritaskan penanganan stunting melalui kegiatan Posyandu dan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Misbahul menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu memantau dan menangani kondisi anak-anak yang mengalami stunting. Pemerintah desa juga berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.
“Kalau program prioritasnya di desa itu pertama kita masih fokus di penanganan stunting. Nah, penanganan stunting kita ada di Posyandu, kita punya PMT, kita punya yang namanya Dapur Sehat Atasi Stunting. Nah, itu memang tujuannya untuk mengontrol anak-anak yang stunting,” tuturnya.
Melalui pengembangan UMKM, peningkatan kemampuan pemasaran digital, dan program penanganan stunting, Pemerintah Desa Krenceng berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi desa.



















Tinggalkan Balasan