Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. (Dok. Tandaglobal/Wildan Wahid Hasyim)

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa koperasi desa bukan toko atau supermarket yang ditujukan untuk bersaing dengan pasar tradisional dan toko kelontong.

KDKMP difokuskan sebagai pusat distribusi barang bersubsidi dan bantuan pemerintah.

“Lah saya katakan ini bukan toko, jadi enggak ada saingannya. Ini bukan supermarket. Ini menyalurkan bantuan-bantuan yang bersubsidi,” tegasnya.

Sementara itu, KDKMP Sonorejo telah mulai melayani masyarakat sejak pertengahan Juni. Dalam operasionalnya, koperasi mengandalkan sistem pasokan satu pintu dari Agrinas serta turut memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Manajer KDKMP Sonorejo, Niswatul Hikmah, mengatakan koperasi masih berada dalam tahap merintis.

Pihaknya berupaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan minat warga untuk berbelanja melalui koperasi.

“Kalau kendalanya itu stoknya, sih, Kak. Stoknya sih sering kosong, itu yang pertama. Yang kedua, eh, peminat dari masyarakat itu masih kurang dan kita akan berusaha untuk menarik minat dari masyarakat dengan benefit-benefit seperti harga yang murah, produk yang lengkap ke depannya karena kita sudah difasilitasi demikian rupa gitu,” ujar Niswatul Hikmah.

Ia menambahkan bahwa koperasi menyediakan kebutuhan pokok, gas LPG, pupuk bersubsidi, serta berbagai produk lokal.

Koperasi juga menyediakan layanan pengantaran tanpa batasan radius untuk menjangkau masyarakat.

Produk yang dipasarkan mencakup makanan ringan khas warga, seperti sambal pecel dan bawang goreng, serta alat pijat dan kerajinan tangan buatan warga Desa Sonorejo.

“Ada snack, masih snack sambal pecel sama brambang goreng, cuma itu saja, sih. Sama itu, ada alat pijat sama kerajinan, ya, kerajinan tangan dari warga Sonorejo sini,” pungkasnya.