


KEDIRI, Tandaglobal.news — Bukan hanya menu makanan yang menjadi daya tarik Warung Kecik Rawon Gosong di Dusun Kecik, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
Bangunan lama yang digunakan sebagai tempat warung justru menghadirkan suasana tradisional yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Ilham (50), suami pemilik warung, mengatakan bangunan yang kini digunakan sebagai tempat usaha tersebut telah berdiri sejak sebelum dirinya lahir.
Bangunan itu bahkan telah diwariskan secara turun-temurun hingga sekitar empat generasi.
“Bangunan ini sudah ada sejak saya belum lahir. Tahun 1972 saja bangunan ini sudah ada. Kalau dihitung, sudah sekitar empat keturunan,” kata Ilham, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, bangunan tersebut tidak banyak mengalami perubahan. Sejumlah bagian lama masih dipertahankan, termasuk berbagai perabot dan ornamen peninggalan keluarga.
Kondisi bangunan yang masih mempertahankan bentuk lama itu justru menjadi salah satu alasan pengunjung tertarik datang.
Sejumlah wisatawan bahkan meminta agar bagian-bagian lama tidak diubah karena dianggap memiliki nilai tersendiri.
“Kadang ada yang menyarankan supaya diperbaiki atau diganti. Tapi pengunjung malah bilang jangan, karena ukiran dan bagian-bagian ini masih asli,” ujarnya.
Nuansa tradisional juga diperkuat dengan keberadaan berbagai benda peninggalan keluarga yang digunakan sebagai bagian dari ruang makan. Ilham menyebut sebagian besar perlengkapan tersebut bukan dibeli khusus untuk dekorasi, melainkan memang merupakan barang yang sudah ada sejak dahulu.
Termasuk sejumlah ornamen dan tulisan bernuansa Jawa yang menjadi bagian dari suasana warung. Menurut Ilham, konsep tersebut juga berkaitan dengan latar belakang keluarga yang masih memiliki hubungan budaya dengan wilayah Solo dan Yogyakarta.
Selain menjadi tempat makan, warung tersebut kini juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan.
Sejumlah rombongan masyarakat maupun wisatawan memanfaatkannya sebagai tempat pertemuan atau transit.
Pengunjung yang datang pun tidak hanya warga sekitar. Ilham menyebut rombongan dari luar daerah, termasuk dari Surabaya dan Jakarta, beberapa kali singgah di tempat tersebut.



















Tinggalkan Balasan