JAKARTA, Tandaglobal.news — Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dipercaya menjadi Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.
Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil utama IGIC 2026 yang berlangsung pada 25–27 September 2026. Forum tersebut mempertemukan para imam besar, mufti, dan delegasi dari berbagai negara untuk membahas peran masjid, diplomasi keagamaan, perdamaian global, serta berbagai persoalan kemanusiaan.
Pembentukan IAMI menjadi salah satu hasil penting konferensi. Organisasi tersebut dirancang sebagai wadah internasional bagi para imam untuk memperkuat kerja sama, diplomasi keagamaan, perdamaian, serta peran sosial dan kemanusiaan masjid.
Kementerian Agama menyebut masa jabatan presiden IAMI adalah tiga tahun dan dapat diperpanjang satu kali.
Selain pembentukan IAMI, IGIC 2026 menghasilkan “Jakarta Understanding”, yang memuat komitmen para imam terhadap harmoni masjid, diplomasi keagamaan, perdamaian, kemanusiaan, keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dialog lintas iman, serta sejumlah persoalan global lainnya.
IGIC 2026 mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”. Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa forum tersebut diarahkan untuk mengembangkan diplomasi keagamaan sebagai pendekatan dalam membangun perdamaian global.
Ia juga mendorong agar masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan dan pembahasan berbagai persoalan kemanusiaan.
Dengan terbentuknya IAMI dan terpilihnya Nasaruddin Umar sebagai presiden pertamanya, hasil IGIC 2026 menempatkan Jakarta sebagai lokasi pembentukan wadah baru bagi kerja sama para imam besar di tingkat internasional.
Sekretariat permanen IAMI juga ditetapkan berkedudukan di Jakarta.



















Tinggalkan Balasan