BANGKOK, Tandaglobal.news — Banjir melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan deras mengguyur ibu kota tersebut selama beberapa hari. Hujan dengan intensitas tinggi membuat sejumlah jalan, permukiman, pertokoan, dan kawasan di sekitar kanal terendam air.

Pemerintah Metropolitan Bangkok atau Bangkok Metropolitan Administration (BMA) pada Sabtu (26/9/2026) menetapkan seluruh 50 distrik di ibu kota Thailand sebagai kawasan terdampak bencana banjir. Keputusan itu diambil setelah hujan deras membuat sistem kanal dan drainase kota kesulitan menampung aliran air.

Curah hujan di sejumlah wilayah Bangkok dilaporkan mendekati atau melampaui 300 milimeter dalam sekitar 48 jam sejak Kamis (24/9). Kondisi tersebut menyebabkan air kanal meluap dan menggenangi kawasan di sekitarnya.

Puluhan Ribu Rumah Terdampak

Data pemerintah setempat yang diperbarui pada 28 September menyebut sekitar 329.000 rumah tangga atau sekitar 700.000 orang terdampak banjir.

Angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat sekitar 52.000 rumah tangga terdampak. Ribuan warga juga harus dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Perbedaan angka berkaitan dengan pembaruan cakupan wilayah dan pendataan dampak banjir. Sejumlah kawasan mengalami dampak lebih berat, termasuk Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si.

Genangan juga sempat membuat sejumlah kendaraan terjebak di jalan yang terendam. Di beberapa lokasi, warga harus berjalan melewati genangan untuk keluar dari kawasan permukiman, sementara air masuk ke sejumlah rumah dan tempat usaha.

Hujan Mulai Mereda

Perkembangan terbaru pada Senin (28/9/2026) menunjukkan intensitas hujan di Bangkok mulai menurun seiring bergeraknya sistem tekanan rendah dari wilayah tersebut. Namun, hujan muson masih berpotensi turun, terutama di wilayah bagian timur Bangkok.

Pemerintah Bangkok memprioritaskan penurunan permukaan air di sejumlah kanal utama. Air dari kanal tersebut diarahkan untuk dibuang agar genangan di jalan dan permukiman dapat berangsur surut.

Beberapa ruas jalan utama mulai kembali dapat dilalui. Meski demikian, pemerintah masih meminta masyarakat berhati-hati karena terdapat lokasi yang belum sepenuhnya bebas dari genangan.

Evakuasi dan Penanganan Warga

BMA bersama berbagai lembaga terkait mengerahkan pompa dan peralatan untuk mempercepat proses pengeringan kawasan terdampak. Pemerintah juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan khusus.

Sekitar 1.500 pasien yang terbaring di tempat tidur telah dipindahkan ke rumah sakit kota untuk menghindari risiko akibat banjir. Tempat penampungan sementara turut disiapkan bagi warga yang rumahnya tidak dapat ditempati.

Tim di lapangan juga dikerahkan untuk membantu masyarakat di kawasan dengan genangan yang masih tinggi. Pemerintah mengerahkan kendaraan dengan kemampuan melintasi genangan serta perahu untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalan darat.

Aktivitas Warga dan Transportasi Terganggu

Banjir mengganggu aktivitas masyarakat Bangkok. Sejumlah ruas jalan utama sempat terendam sehingga kendaraan tidak dapat melintas dengan normal.

Pemerintah sebelumnya mengimbau warga menghindari sejumlah jalan yang rawan tergenang, termasuk beberapa ruas di kawasan Ramkhamhaeng, New Phetchaburi, Ekkamai, Lat Krabang, dan Vibhavadi Rangsit.

Genangan air juga menyebabkan sejumlah pengemudi meninggalkan kendaraan mereka ketika ketinggian air meningkat. Kondisi tersebut memperparah kepadatan lalu lintas di beberapa kawasan.

Sebagian wilayah mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan mereda. Namun, proses pengeringan membutuhkan waktu karena sejumlah kanal masih menampung volume air yang tinggi.

Pemerintah Thailand Tetapkan Hari Libur Khusus

Dampak banjir membuat pemerintah Thailand mengambil langkah khusus untuk mengurangi aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

Kabinet Thailand menyetujui hari libur khusus pada 28 dan 29 September bagi pegawai negeri di Bangkok serta tiga provinsi di sekitarnya, yakni Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk membantu penanganan dampak banjir, sementara layanan publik penting tetap berjalan. Pemerintah tetap memantau kondisi lapangan sambil menunggu air surut di kawasan yang masih terdampak.

Kondisi Bangkok Masih Dipantau

Banjir terjadi ketika Thailand masih berada dalam periode musim hujan. Hujan yang turun dalam waktu panjang membuat kemampuan sistem drainase dan kanal Bangkok menghadapi tekanan besar.

Meskipun kondisi cuaca mulai membaik, pemerintah masih meminta warga memperhatikan perkembangan genangan sebelum melakukan perjalanan. BMA juga meminta masyarakat membantu memantau kondisi warga yang membutuhkan pertolongan, terutama lansia dan orang dengan keterbatasan mobilitas.

Dengan hujan yang mulai mereda, proses berikutnya adalah mempercepat pengeringan jalan dan permukiman, membersihkan wilayah terdampak, serta memastikan fasilitas umum dapat kembali beroperasi secara bertahap.

Banjir Bangkok menjadi perhatian karena dampaknya meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pemerintah setempat masih melakukan penanganan sambil memantau potensi hujan lanjutan di sejumlah wilayah ibu kota Thailand.