KEDIRI, Tandaglobal.news — Kebakaran melanda lahan berisi ilalang dan bekas kandang ayam milik warga bernama A’an di Jalan Irian, Dusun Gedangsewu, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (26/9/2026) pagi.

Respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berhasil mencegah api merembet lebih luas.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga bernama Rizky Dwi Saputra pada pukul 09.03 WIB. Mendapat laporan itu, tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengapresiasi kesigapan petugas yang tiba di lokasi dalam hitungan menit.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat pada pukul 09.03 WIB, tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.05 WIB. Hanya butuh waktu sekitar enam menit, tepatnya pukul 09.11 WIB, armada kami sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan,” ujar Kaleb Untung Satrio Wicaksono, Sabtu (26/9/2026).

Kaleb menjelaskan, pemilik kandang ayam awalnya mendapat informasi dari warga sekitar yang melihat kepulan asap dan kobaran api.

Saat kejadian, bangunan kandang tersebut dalam kondisi kosong dan sudah tidak beroperasi.

“Objek yang terbakar adalah rimbunan ilalang dan bangunan bekas kandang ayam yang memang sudah rusak serta dalam kondisi kosong. Untuk penyebab pasti munculnya titik api masih belum diketahui,” jelas Kaleb.

Untuk memadamkan api, Damkar Pos Pare mengerahkan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8157 EP serta enam personel.

Proses pemadaman dimulai pukul 09.15 WIB dan dinyatakan selesai serta aman sepenuhnya pada pukul 11.40 WIB.

“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan secara tuntas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, sehingga tidak sampai meluas ke area permukiman atau bangunan lain di sekitarnya,” tambahnya.

Kaleb memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Penanganan cepat petugas juga berhasil mencegah kerugian material bagi pemilik lahan.

“Tidak ada kerugian material dari pihak pemilik lahan, dan nihil korban baik luka maupun meninggal dunia. Justru berkat penanganan yang responsif ini, petugas di lapangan berhasil menyelamatkan aset di sekitar lokasi kejadian yang nilainya ditaksir mencapai kurang lebih Rp 250 juta,” pungkas Kaleb.