Ia melihat perkembangan ekosistem literasi di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan kemajuan.
Sejumlah komunitas telah mendirikan Taman Baca Masyarakat, sedangkan sekolah juga memiliki fasilitas pendukung literasi, salah satunya melalui Pojok Membaca.
Namun, keberadaan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan pemanfaatan secara rutin.
Keluarga dan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca maupun membacakan buku kepada anak.
“Pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia perlu terus dimaksimalkan. Kami juga mendorong agar kegiatan membacakan buku dilakukan secara rutin, bahkan kalau bisa setiap hari,” ujarnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan gawai dan derasnya arus informasi digital menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kebiasaan membaca anak.
Karena itu, menurut Sillvia, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung budaya literasi.
“Perkembangan teknologi memang menjadi tantangan bersama. Namun, kebiasaan membacakan buku tetap perlu dipertahankan. Jika tidak memiliki buku fisik, masyarakat bisa memanfaatkan buku digital gratis atau datang langsung ke perpustakaan daerah,” kata Sillvia.




















Tinggalkan Balasan