YAMAN, Tandaglobal.news — Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 28 serangan udara ke sejumlah wilayah Yaman dalam 24 jam terakhir. Klaim tersebut muncul ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali meningkat.
Menurut juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, serangan Saudi menyasar wilayah Taiz, Al-Jawf, dan Marib.
“Angkatan Udara Saudi melancarkan 28 serangan,” kata Yahya Saree dalam pernyataan yang dilansir AFP, Senin (21/9/2026).
Klaim tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi.
Houthi menyebut serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur Saudi. Kelompok tersebut juga menyatakan sejumlah wilayah yang berada di bawah kendalinya menjadi sasaran serangan.
Namun, informasi mengenai jumlah serangan dan dampaknya masih berasal dari klaim pihak yang terlibat dalam konflik. Karena itu, angka 28 serangan tersebut belum dapat dianggap sebagai data yang terverifikasi secara independen.
Konflik Kembali Memanas
Situasi terbaru merupakan bagian dari konflik berkepanjangan di Yaman yang kembali mengalami peningkatan setelah periode relatif tenang dalam beberapa tahun terakhir.
Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat sejak Juli 2026. Perkembangan tersebut kemudian turut meningkatkan ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi.
Arab Saudi berada di pihak pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Riyadh sebelumnya memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014.
Intervensi militer koalisi pimpinan Saudi dimulai pada 2015 dan kemudian menjadi bagian penting dari perang Yaman.
Pertempuran yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menyebabkan krisis kemanusiaan berat di Yaman. Konflik tersebut juga memiliki dimensi regional karena Houthi mendapat dukungan dari Iran, sedangkan Arab Saudi menjadi salah satu pendukung utama pemerintah Yaman.
Serangan Saling Berbalasan
Klaim mengenai 28 serangan terbaru muncul setelah Houthi sebelumnya juga melaporkan serangan udara Saudi dalam jumlah besar.
Pada 19 September 2026, Houthi mengklaim Saudi melancarkan 26 serangan dalam waktu 24 jam. Kelompok tersebut juga menyebut serangan Saudi telah mencapai ratusan kali dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, aktivitas militer Houthi terhadap wilayah Arab Saudi juga meningkat. Kelompok tersebut melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Saudi di tengah eskalasi konflik Yaman.
Salah satu perkembangan terbaru terjadi di Riyadh pada Sabtu (19/9/2026). Otoritas Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan menuju ibu kota negara tersebut.
Koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan adanya ancaman serangan terhadap sejumlah wilayah lain di Arab Saudi.
Houthi kemudian mengklaim telah melakukan operasi militer sebagai respons terhadap serangan Saudi. Kelompok tersebut menyatakan operasi itu menyasar sejumlah lokasi di Arab Saudi.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan aksi saling serang antara Houthi dan Saudi, bersamaan dengan kembali aktifnya pertempuran di dalam wilayah Yaman.
Perebutan Wilayah Strategis
Konflik terbaru juga berkaitan dengan perkembangan situasi di kawasan pesisir Laut Merah.
Houthi dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan aktivitas militernya di wilayah barat Yaman. Kelompok tersebut berupaya memperluas pengaruhnya di kawasan pesisir yang memiliki posisi strategis terhadap jalur pelayaran.
Houthi juga menyatakan pelayaran di Selat Bab al-Mandab tetap terbuka, dengan pengecualian terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Saudi.
Selat Bab al-Mandab merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Jalur tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional.
Peningkatan konflik di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap keamanan pelayaran apabila eskalasi terus berlanjut.
Selain pertempuran di Yaman, serangkaian serangan lintas perbatasan antara Houthi dan Arab Saudi turut meningkatkan kekhawatiran mengenai meluasnya konflik ke wilayah lain di kawasan.
Ketegangan Saudi dan Houthi
Hubungan antara Arab Saudi dan Houthi semakin tegang setelah kelompok tersebut meningkatkan serangan terhadap wilayah Saudi.
Pada pertengahan September, otoritas Saudi menyatakan telah mencegat sebuah drone Houthi yang disebut mengarah ke wilayah dekat Mekkah. Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak menargetkan kota suci itu.
Perbedaan pernyataan tersebut menambah ketegangan di tengah meningkatnya operasi militer kedua pihak.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional juga mengecam serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi. Pemerintah tersebut menyatakan serangan ke wilayah Saudi merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi dalam beberapa hari terakhir juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan AFP yang dikutip detikNews, sebanyak 48 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran. Korban tersebut terdiri atas 17 prajurit pemerintah Yaman dan 31 anggota Houthi.
Dampak terhadap Kawasan
Meningkatnya pertukaran serangan antara Saudi dan Houthi menambah kompleksitas situasi keamanan di Timur Tengah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Yaman dan Arab Saudi, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.
Amerika Serikat sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada warganya agar meningkatkan kewaspadaan di kawasan Timur Tengah. Situasi keamanan regional dinilai masih dinamis dan berpotensi berubah dengan cepat.
Perkembangan konflik juga menjadi perhatian karena meningkatnya risiko terhadap warga sipil serta fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Arab Saudi menyatakan serangan Houthi mengancam keamanan wilayahnya. Sementara itu, Houthi menempatkan serangan terhadap Saudi sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer Saudi di Yaman.
Hingga kini, informasi mengenai jumlah serangan dan sasaran yang terkena masih banyak berasal dari pernyataan pihak-pihak yang terlibat konflik.
Dengan demikian, klaim mengenai 28 serangan Saudi dalam 24 jam terakhir perlu dibedakan dari informasi yang telah diverifikasi secara independen.
Eskalasi terbaru memperlihatkan konflik Yaman kembali memasuki fase yang lebih terbuka setelah periode relatif tenang sejak 2022.
Pertukaran serangan antara Houthi dan Arab Saudi juga menunjukkan bahwa perkembangan perang di Yaman kembali berdampak langsung terhadap keamanan Saudi serta stabilitas kawasan Laut Merah.




















Tinggalkan Balasan