PONOROGO, Tandaglobal.news Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Kehadiran Presiden menjadi bagian dari puncak rangkaian peringatan satu abad perjalanan Gontor yang berlangsung pada 18-20 September 2026. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang syukuran atas perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam itu, tetapi juga menjadi refleksi untuk melanjutkan pengabdian Gontor memasuki abad keduanya.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB. Kedatangannya disambut ribuan santri yang membawa bendera Merah Putih.

Rangkaian resepsi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne “Oh Pondokku”, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 70-73 serta doa bersama.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal turut menyampaikan sambutan mengenai perjalanan satu abad Gontor. Ia juga menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo.

Mushaf tersebut menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG. Proses penulisannya dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh santri serta guru di lingkungan Gontor.

Para tamu undangan kemudian menyaksikan tayangan “Perjalanan 100 Tahun Gontor Mengabdi untuk Bangsa dan Dunia” yang menggambarkan perjalanan lembaga pendidikan tersebut selama satu abad.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir dalam momentum bersejarah tersebut. Ia kemudian menyoroti nilai-nilai yang menjadi bagian dari pendidikan Gontor, khususnya Panca Jiwa yang terdiri atas keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Menurut Prabowo, nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia. Ia menilai prinsip yang ditanamkan melalui pendidikan Gontor tidak hanya berkaitan dengan pembentukan pengetahuan, tetapi juga sikap dan karakter peserta didik.

Presiden juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam membangun sumber daya manusia. Nilai pendidikan, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi penerus bangsa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Salah satu nilai yang mendapat perhatian Presiden adalah berdikari atau kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Prabowo mengaitkan semangat tersebut dengan upaya Indonesia membangun kemandirian nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa kemandirian bangsa perlu dibangun melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan bagian penting dari kekuatan suatu negara agar tidak terlalu bergantung pada pihak lain.

Dalam sambutannya di Gontor, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar. Pernyataan tersebut juga dilaporkan ANTARA setelah Presiden menyampaikannya dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Pemerintah sebelumnya juga terus mendorong penguatan kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Dalam konteks tersebut, Presiden menempatkan kemampuan memenuhi kebutuhan energi sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia agar mampu berdiri secara mandiri di tengah dinamika global.

Bagi Prabowo, konsep berdikari tidak berhenti pada aspek ekonomi dan energi. Kemandirian juga membutuhkan manusia yang memiliki pengetahuan luas, mampu berpikir secara bebas, serta mempunyai keberanian dan tanggung jawab untuk mengambil peran dalam kehidupan berbangsa.

Karena itu, Presiden mengajak generasi muda untuk memandang masa depan Indonesia dengan optimisme. Namun, optimisme tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam menerima dan menyaring berbagai informasi yang berkembang.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat. Generasi muda diharapkan tidak menerima setiap informasi begitu saja, melainkan mampu menilai dan memahami informasi secara kritis sebelum menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan.

Prabowo juga mendorong generasi muda mempersiapkan diri untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa. Menurutnya, pembangunan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, integritas, kemandirian, serta semangat pengabdian.

Peringatan satu abad Gontor menjadi momentum untuk melihat perjalanan pendidikan pesantren sekaligus memikirkan peran pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan. Selama satu abad, Gontor berkembang sebagai lembaga pendidikan yang memadukan pembelajaran dengan penanaman nilai dan kehidupan kepesantrenan.

Selain menghadiri resepsi kesyukuran, Presiden Prabowo juga menandatangani dua prasasti sebagai bagian dari legasi satu abad PMDG. Kedua prasasti tersebut masing-masing berkaitan dengan peresmian renovasi Aula BPPM dan peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Aula BPPM merupakan salah satu bangunan bersejarah di lingkungan Gontor. Gedung yang sebelumnya bernama Balai Pertemuan Kaum Muslimin tersebut dibangun sekitar 1933-1934 dan telah mengalami sejumlah tahap renovasi.

Rekonstruksi terbaru dimulai pada Juli 2024 sebagai bagian dari persiapan menuju peringatan satu abad Gontor.

Sementara itu, peresmian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor menjadi salah satu penanda pengembangan pendidikan Gontor memasuki abad kedua. Kehadiran fasilitas tersebut memperlihatkan pengembangan lembaga pendidikan Gontor yang tidak hanya mempertahankan pendidikan pesantren, tetapi juga memperluas bidang pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat.

Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG dihadiri ribuan tamu dari berbagai kalangan. Keterangan Sekretariat Negara menyebut jumlahnya lebih dari 8.000 undangan, yang terdiri atas unsur pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, pimpinan TNI dan Polri, kepala daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pengasuh pesantren, akademisi, alumni, serta keluarga besar PMDG.

Rangkaian peringatan satu abad Gontor yang berlangsung selama 18-20 September 2026 tersebut menjadi momentum untuk menghubungkan perjalanan masa lalu dengan tantangan masa depan. Nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan yang disoroti Presiden menjadi bagian dari pembicaraan mengenai pentingnya membangun manusia Indonesia yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.

Presiden Prabowo berharap generasi muda dapat mempersiapkan diri menghadapi masa depan dan mengambil peran dalam perjalanan bangsa. Pendidikan, dalam konteks tersebut, tidak hanya menjadi sarana memperoleh ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk pribadi yang berintegritas, mandiri, berpikiran luas, dan memiliki semangat pengabdian.

Peringatan 100 tahun Gontor pun menjadi titik refleksi bagi perjalanan lembaga tersebut sekaligus awal untuk melanjutkan pengabdian pada abad berikutnya. Gontor memasuki satu abad kedua dengan membawa warisan nilai pendidikan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan pesantren dan terus dikembangkan dalam bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan dunia.