KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mematangkan pembangunan museum daerah di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Memasuki tahap ketiga, pembangunan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan wajah baru museum sebagai kawasan layanan budaya terpadu.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pembangunan amfiteater.

Ruang terbuka tersebut dirancang sebagai panggung pertunjukan seni dan budaya dengan kapasitas sekitar 1.000 penonton.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan, perencanaan pembangunan tahap ketiga turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Pelibatan tersebut dilakukan agar desain kawasan museum mampu merepresentasikan karakter budaya daerah.

“Dengan demikian, harapannya pembangunan museum ini bisa mewakili kebudayaan khas Kabupaten Kediri,” kata Irwan.

Menurutnya, selain amfiteater, pembangunan tahap ini juga menyasar sejumlah elemen arsitektur yang menjadi bagian dari wajah baru museum.

Di antaranya fasad berbentuk piramida serta aksen besi cutting yang mengelilingi bagian depan bangunan.

Sementara itu, pada area amfiteater, panggung pertunjukan akan dilengkapi gapura bentar yang mengadopsi karakteristik khas Kediri.

Pembangunan bagian tersebut ditargetkan rampung pada November mendatang.

Irwan menjelaskan, area belakang panggung juga dirancang tidak hanya sebagai elemen estetika.

Tembok memanjang yang berada di bagian tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai media promosi maupun relief untuk memperkuat identitas Kabupaten Kediri.

“Di samping itu, latar belakang ini sekaligus sebagai sirkulasi bagi para pementas menuju maupun keluar panggung,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menambahkan, keberadaan amfiteater diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku seni dan budaya di Kabupaten Kediri.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga perlu dihidupkan dengan pertunjukan yang digelar secara konsisten.

Karena itu, Disparbud tengah menyiapkan skema penjadwalan agar berbagai pementasan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Harapannya, di amfiteater ini banyak pertunjukan yang bisa digelar secara konsisten sebagai salah satu destinasi di Kabupaten Kediri. Hadirnya amfiteater ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi area museum ini,” ucap Mustika.

Lebih jauh, Mustika menyebut pembangunan kawasan museum merupakan salah satu fokus Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memperkuat Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Konsep yang dibangun tidak hanya menjadikan museum sebagai tempat menyimpan dan mengenalkan sejarah.

Dalam satu kawasan, nantinya terdapat museum, amfiteater, Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Kantor Dewan Kesenian Kabupaten Kediri.

Integrasi berbagai fasilitas tersebut diharapkan membuat kawasan museum memiliki fungsi yang lebih luas, mulai dari edukasi, pelestarian budaya, pengembangan seni hingga ruang pertunjukan bagi masyarakat dan pelaku budaya.

“Mas Bupati (Mas Dhito) berharap agar kompleks museum ini bisa jadi one stop cultural service,” pungkasnya.