Salah seorang peserta, Rosy Ratna Puri, guru SDN Cermai 2, Kecamatan Grogol, menilai penguasaan AI menjadi kebutuhan penting bagi guru.
Terlebih, penggunaan teknologi tersebut saat ini sudah banyak dilakukan oleh siswa.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga perlu membekali siswa dengan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijaksana dan sesuai aturan.
“Harapannya kami tidak hanya mahir dalam penggunaan AI, tetapi juga bisa memberikan pemahaman tentang bagaimana menggunakan AI dan coding dengan bijaksana,” tuturnya.
Rosy mengingatkan penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat siswa terlalu bergantung pada teknologi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan siswa dalam mengembangkan nalar kritis dan kreativitas.
Karena itu, melalui program PGRI Power, guru diharapkan mampu memanfaatkan AI dan coding sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan kreativitas peserta didik.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PGRI Kabupaten Kediri mempersiapkan guru menghadapi transformasi pembelajaran berbasis teknologi.




















Tinggalkan Balasan