
KEDIRI, Tandaglobal.news — Festival kuliner Warisan Rasa Asia by Jangkrik Kuliner kembali digelar di Kediri Town Square. Festival ini menghadirkan beragam makanan dan minuman dari sejumlah daerah, mulai dari kuliner yang tengah viral hingga sajian yang telah memiliki banyak penggemar.
Kunjungan kali ini menjadi yang kedua bagi Jangkrik Kuliner di Kediri. Penyelenggara membawa lebih banyak tenant dengan pilihan menu yang beragam dibandingkan gelaran sebelumnya.
Director Jangkrik Kuliner, Maxie Oliver, mengatakan sejumlah tenant baru sengaja dihadirkan dalam kunjungan kali ini.
Di antaranya Aldi’s Hot Dog, Loaf JKT, Mamitoko, Rak Thai Authentic, Rujak Kolam Medan, Cappadocia Turkish Shawarma, hingga Lumeria Dessert.
“Kali ini kami membawa banyak line-up baru yang sebelumnya belum ada di Kediri. Jadi pengunjung bisa menemukan pilihan kuliner yang lebih beragam,” ujar Maxie Oliver, Jumat (4/9/2026).
Sejumlah tenant tersebut dikenal menawarkan menu yang tengah ramai diperbincangkan di berbagai kota.
Salah satunya Loaf JKT dengan produk cheesecake yang mendapat perhatian dari pencinta kuliner.
Selain makanan, festival ini juga menghadirkan konsep berbeda melalui Smash Coffee by Boyband SM*SH.
Para personel SM*SH dijadwalkan hadir langsung di Kediri pada 9 hingga 13 September 2026.
Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai pengisi acara.
Pengunjung yang membeli produk Smash Coffee berkesempatan bertemu dan berfoto bersama personel, mengikuti sesi tanda tangan, serta menyaksikan penampilan khusus dengan waktu yang akan ditentukan selama kegiatan.
“Smash Coffee bukan sekadar booth kopi. Nanti pengunjung juga punya kesempatan untuk bertemu, berfoto, dan mendapatkan pengalaman langsung bersama personel SM*SH,” jelasnya.
Lima personel SM*SH dijadwalkan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Penampilan mereka bersifat fleksibel dan dapat berlangsung beberapa kali dalam sehari.
Festival Jangkrik Kuliner berlangsung selama 10 hari, mulai 3 hingga 13 September 2026.
Sementara Smash Coffee bersama para personel SM*SH hadir pada 9–13 September.
Maxie Oliver mengatakan keputusan kembali ke Kediri tidak terlepas dari respons masyarakat pada gelaran sebelumnya.
Permintaan masyarakat serta agenda tur Jangkrik Kuliner di sejumlah kota di Jawa turut membuat Kediri kembali masuk dalam rangkaian acara.
Menurutnya, Kediri memiliki potensi pasar kuliner yang cukup besar.
Festival seperti ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mencoba makanan populer tanpa harus bepergian ke kota besar.
“Kami melihat masyarakat Kediri cukup antusias mencoba sesuatu yang baru. Karena itu, daripada mereka harus pergi ke kota lain untuk mencari kuliner yang sedang viral, kami memilih membawa tenant-tenant tersebut langsung ke Kediri,” pungkas Maxie Oliver.
Pada hari-hari awal pelaksanaan, antusiasme pengunjung dinilai cukup positif.
Penyelenggara berharap jumlah pengunjung terus meningkat, terutama pada sore hingga malam hari ketika cuaca lebih nyaman dan masyarakat mulai memiliki waktu untuk menikmati festival kuliner.




















Tinggalkan Balasan