


KEDIRI, Tandaglobal.news — Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Rabu (14/10/2026). Kepengurusan mandiri ini diharapkan memperkuat sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengukuhan berlangsung di Ruang Sapta Pesona, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Pembentukan kepengurusan mandiri tersebut menjadi langkah baru bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Kediri.
Sebelumnya, kepengurusan PHRI mencakup wilayah Kediri Raya. Kini, organisasi tersebut dipisahkan menjadi wilayah Kota Kediri dan Kabupaten Kediri agar pengembangan potensi masing-masing daerah lebih terarah.
Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, mengatakan PHRI tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha, tetapi juga diharapkan berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan pariwisata.
“PHRI diharapkan bisa menjadi think tank bagi pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata,” ujarnya.
Dwi menekankan pentingnya pendataan wisatawan secara akurat, mulai dari jumlah pengunjung, daerah asal, hingga tujuan kedatangan. Data tersebut diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan promosi yang tepat, terutama dengan adanya peluang konektivitas melalui Bandara Internasional Dhoho.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus didukung aksesibilitas, infrastruktur, fasilitas, dan promosi yang memadai. Dengan demikian, wisatawan diharapkan tertarik berkunjung dan tinggal lebih lama di Kabupaten Kediri.
Ketua PHRI Kabupaten Kediri, Ir. Estterita Dian Kenjorini, mengungkapkan bahwa pembentukan kepengurusan mandiri tersebut merupakan hasil perjuangan selama sekitar dua tahun.

Besarnya potensi hotel, restoran, dan kafe di Kabupaten Kediri dinilai membutuhkan pengelolaan yang lebih fokus.
“Alhamdulillah, setelah perjuangan sekitar dua tahun, akhirnya PHRI Kabupaten Kediri bisa terbentuk,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pengurus akan menginventarisasi hotel dan restoran serta menjalin silaturahmi dengan para pelaku usaha untuk memperluas keanggotaan. Program kerja juga direncanakan dibagi berdasarkan wilayah atau kecamatan agar koordinasi berjalan lebih efektif.
“Kami ingin para pelaku usaha bisa guyub, saling mendukung, dan bersama-sama memajukan pariwisata Kabupaten Kediri,” katanya.
Estterrita menilai tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran masih relatif stabil, didukung berbagai acara yang berlangsung di wilayah kota maupun kabupaten. Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah.
Meski demikian, strategi khusus tetap diperlukan untuk menghadapi periode sepi pengunjung atau low season, terutama pada Januari hingga Februari. Penyelenggaraan acara dan penguatan promosi dinilai dapat membantu menjaga kunjungan wisatawan serta tingkat hunian hotel.
Dalam sambutan Bupati Kediri yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, pemerintah menyambut baik pembentukan BPC PHRI.
Organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan perhotelan dan kuliner, menggerakkan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja.
“Pembentukan PHRI ini diharapkan dapat menyatukan visi para pelaku usaha, menggerakkan ekonomi daerah, dan meningkatkan sektor pariwisata,” demikian pesan dalam sambutan Bupati yang disampaikan Mustika.
Pemerintah juga mendorong PHRI untuk menggandeng UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar perkembangan pariwisata memberikan manfaat lebih luas. Keterlibatan usaha lokal diharapkan memperkuat rantai pasok hotel dan restoran, mulai dari kebutuhan pangan hingga produk kreatif masyarakat.

Selain Bandara Internasional Dhoho, pengembangan destinasi wisata alam dan budaya serta fasilitas pendukung, termasuk museum dan stadion yang sedang dikerjakan, diharapkan semakin meningkatkan daya tarik Kabupaten Kediri.
Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2031, BPC PHRI Kabupaten Kediri diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, mengoptimalkan potensi wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri.



















Tinggalkan Balasan