KEDIRI, Tandaglobal.news — Aktivitas pertambangan PT Empat Pilar Anugerah Sejahtera (EPAS) di kawasan Perkebunan Damarwulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terpantau berhenti sementara pada Selasa (13/10/2026). Kondisi ini terlihat sehari setelah warga menggelar demonstrasi penolakan tambang di Pendopo Kecamatan Puncu, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan informasi dari petugas pos penjagaan perkebunan yang berada di dekat area pertambangan, aktivitas operasional mulai berhenti sejak Senin (12/10/2026). Hingga Selasa, tidak terlihat truk pengangkut material yang melintas di jalur menuju kawasan tambang.

Petugas pos penjagaan menyebut kondisi tersebut berbeda dari saat pertambangan beroperasi normal. Sejak demonstrasi berlangsung, kendaraan pengangkut material tambang tidak lagi terlihat melintas di sekitar lokasi.

“Mulai kemarin sampai hari ini sudah tidak ada aktivitas truk yang melintas ke area tambang. Setelah ada demo di Kecamatan Puncu, kondisinya memang sepi,” ujar petugas pos penjagaan tersebut.

Pantauan langsung di lokasi pada Selasa menunjukkan kawasan pertambangan dalam kondisi lengang. Tiga unit alat berat berupa ekskavator terlihat berada di area tambang, tetapi seluruhnya tidak beroperasi saat pengamatan dilakukan.

Tidak terlihat aktivitas pengerukan maupun pengangkutan material di lokasi. Pihak perusahaan, pegawai, dan sopir truk juga tidak tampak berada di area pertambangan saat pantauan berlangsung.

Suasana di sekitar lokasi terlihat hening tanpa pergerakan kendaraan berat maupun aktivitas pekerja. Kondisi ini berbeda dari suasana ketika kegiatan pertambangan berlangsung seperti biasanya.

Berhentinya aktivitas tambang terjadi setelah lebih dari 1.000 warga dari Desa Puncu, Satak, Asmorobangun, dan Lestari menggelar demonstrasi di Pendopo Kecamatan Puncu. Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait dampak pertambangan, mulai dari kerusakan jalan, gangguan lingkungan, hingga penurunan debit air bersih.

Meski aktivitas pertambangan terpantau berhenti, belum ada keterangan resmi dari pihak PT EPAS mengenai alasan penghentian operasional maupun kepastian waktu kegiatan tambang akan kembali berjalan.

Sebelumnya, warga berharap penghentian sementara tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengevaluasi dampak pertambangan, terutama terkait kondisi sumber air dan kerusakan jalan yang mereka keluhkan.