



KEDIRI, Tandaglobal.news — Kunjungan pelajar ke Museum Sri Aji Jayabaya di Kabupaten Kediri meningkat pada awal Oktober 2026. Sejumlah rombongan siswa datang untuk mengenal koleksi benda bersejarah, mempelajari budaya lokal, dan menyaksikan film edukasi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, Sabtu (10/10/2026).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melalui Edukator Museum, Ari Widya Utomo, mengatakan jumlah kunjungan pelajar meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, pada Kamis sebelumnya, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang dalam sehari.
Meningkatnya jumlah kunjungan membuat pihak museum mengatur jadwal kedatangan setiap rombongan. Pengaturan tersebut dilakukan agar para siswa dapat mengikuti kegiatan edukasi secara bergantian, baik di ruang pamer maupun ruang pemutaran film.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan benda-benda koleksi museum dan cerita rakyat. Materi yang disampaikan juga disesuaikan dengan usia serta jenjang pendidikan masing-masing pengunjung.
“Melalui kunjungan ini, anak-anak bisa lebih mengenal budaya mereka sendiri, sekaligus membantu sekolah mengenalkan kebudayaan lokal,” jelas Ari.
Bagi siswa sekolah dasar, museum menayangkan film animasi yang mengangkat cerita rakyat. Sementara itu, siswa SMP mendapatkan materi kebudayaan melalui film dokumenter. Adapun siswa SMA memperoleh materi yang mencakup pengenalan budaya dan potensi wisata di Kabupaten Kediri.
Salah satu rombongan yang mengunjungi museum berasal dari SDN Tengger Kidul 2. Sebanyak 137 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti pembelajaran di luar kelas bersama guru dan sejumlah wali murid.
Kepala Sekolah SDN Tengger Kidul 2 sekaligus pendamping rombongan, Fajar Siswantoro, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program outing class dalam rangkaian kegiatan tengah semester.
Dalam kegiatan itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 mengikuti pengenalan sejarah melalui video edukasi. Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 mengamati benda-benda bersejarah secara langsung sebagai bagian dari tugas kokurikuler.
Setelah kunjungan, siswa kelas atas diminta merangkum materi atau menceritakan kembali informasi yang diperoleh. Sekolah juga berencana menindaklanjuti kegiatan tersebut melalui pembelajaran dan permainan edukatif.
Fajar berharap pihak museum menambah kegiatan interaktif agar siswa lebih mudah memahami sejarah dan mengenal tokoh-tokoh penting di Kabupaten Kediri.
“Kami berharap museum menambah kegiatan interaktif, seperti permainan edukasi dan pengenalan tokoh-tokoh penting di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Selain SDN Tengger Kidul 2, rombongan pelajar dari SDN Maduretno Papar 1 juga mengunjungi Museum Sri Aji Jayabaya sebagai bagian dari kegiatan tengah semester.
Pembina rombongan SDN Maduretno Papar 1, Triono, menyampaikan bahwa rombongan tersebut menggunakan enam bus. Jumlah peserta mencapai sekitar 307 orang, terdiri atas 207 siswa, 80 wali murid, dan 20 guru.
Sebelum mengunjungi museum, para siswa terlebih dahulu mendatangi Tirta Kamandanu dan Patung Semar untuk mengenal sejarah serta wisata Kediri. Setelah dari museum, rombongan dijadwalkan melanjutkan kegiatan pembelajaran tentang pembuatan tahu, mengunjungi kawasan Bandaran Dhoho, kemudian menuju Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Kediri.
Triono berharap kunjungan tersebut dapat membantu siswa mengenal sejarah daerah dan memahami pentingnya menjaga warisan budaya. Menurutnya, museum memiliki peran penting dalam mendekatkan generasi muda dengan sejarah Kabupaten Kediri.
“Semoga koleksi museum semakin lengkap agar anak-anak lebih mengenal sejarah Kabupaten Kediri dan tidak melupakan budaya daerahnya,” tutur Triono.
Melalui kunjungan edukatif tersebut, Museum Sri Aji Jayabaya menjadi salah satu sarana pembelajaran di luar kelas bagi pelajar. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap sejarah dan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk melestarikan warisan daerah.



















Tinggalkan Balasan