LUMAJANG, Tandaglobal.news — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan pengamatan pada Kamis (8/10/2026), gunung tersebut mengalami 30 kali erupsi dalam kurun waktu enam jam, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Mengutip Okezone News, Kamis (8/10/2026), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi tersebut memiliki amplitudo antara 12 hingga 23 milimeter, dengan durasi masing-masing berkisar 60–167 detik.

Selain aktivitas erupsi, petugas merekam satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 65 detik. Tercatat pula empat kali tremor harmonik dengan amplitudo 6–11 milimeter dan durasi 136–442 detik.

Saat pengamatan berlangsung, kondisi puncak Gunung Semeru tertutup kabut dengan tingkat pengamatan visual 0–III. Sementara itu, asap kawah maupun letusan asap tidak teramati secara visual.

PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak harus dihindari karena kawasan tersebut berisiko terkena lontaran batu pijar.

PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau terus mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.