



KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menggelar simulasi evakuasi bencana erupsi Gunung Kelud, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menguji kesiapan petugas ketika terjadi kondisi darurat.
Simulasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyampaian informasi bencana, pengumpulan warga di titik kumpul, pendataan, evakuasi menggunakan kendaraan, hingga penanganan warga di lokasi pengungsian.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengatakan simulasi tidak hanya dilakukan untuk menguji proses evakuasi, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian dapat berjalan sesuai skenario.
“Simulasi ini kita lakukan mulai dari titik kumpul sampai penanganan di lokasi pengungsian. Di sana juga disiapkan pos kesehatan, posko komando, sanitasi, tenda pengungsian dan dapur umum,” ujar Dewi.
Menurut Dewi, seluruh proses dibuat menyerupai kondisi bencana sebenarnya.

Hal tersebut penting agar masyarakat maupun petugas memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi erupsi.
Ia berharap latihan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak sehingga potensi korban maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, menjelaskan simulasi melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari OPD, TNI, Polri, PMI hingga masyarakat.
Secara keseluruhan, sekitar 370 personel terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, warga yang menjadi sampel evakuasi berasal dari Desa Sempu.
Di desa tersebut terdapat 21 titik kumpul, dengan masing-masing titik mengirimkan sekitar 10 orang sebagai perwakilan dalam simulasi.
“Fokus gladi lapangan ini untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana apabila terjadi erupsi. Semua unit menjalankan tugas sesuai skenario penanganan bencana,” kata Ariyanto.



















Tinggalkan Balasan