

KEDIRI, Tandaglobal.news — Berawal dari berjualan sayur matang, Mariya (40), warga Dusun Kecik, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, perlahan mengembangkan usahanya hingga menjadi warung makan dengan konsep tradisional yang menarik perhatian wisatawan.
Usaha tersebut kini dikenal dengan nama Warung Kecik Rawon Gosong. Warung yang telah berjalan sejak 2017 itu menyajikan beragam masakan khas rumahan, dengan rawon sebagai salah satu menu utamanya.
Mariya mengatakan, sebelum membuka warung seperti sekarang, dirinya terlebih dahulu berjualan sayur matang yang dibungkus dan dijajakan sejak pagi.
“Awalnya saya jualan sayur matang yang dibungkus. Bukanya sekitar jam lima pagi dan jam sepuluh sudah tutup. Kemudian lama-lama berkembang sampai seperti sekarang,” kata Mariya, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, perubahan pola berjualan terjadi secara bertahap. Dari yang semula menjual sayur matang dalam bentuk bungkusan, makanan kemudian ditempatkan di dalam panci sehingga pembeli dapat memilih menu secara langsung.
Konsep tersebut kemudian terus dipertahankan hingga berkembang menjadi warung makan. Menu yang disediakan pun tidak hanya rawon, tetapi juga berbagai masakan Jawa seperti lodeh, sayur bening, asem, sop hingga opor, menyesuaikan bahan yang tersedia.
Salah satu yang kemudian menjadi ciri khas adalah nama Rawon Gosong. Nama tersebut muncul dari kejadian sederhana ketika sang suami beberapa kali lupa saat menghangatkan masakan hingga gosong.
“Awalnya karena bapaknya kalau menghangatkan daging beberapa kali lupa sampai gosong. Dari situ akhirnya disebut Rawon Gosong. Biar orang tertarik, namanya dipakai sampai sekarang,” ujarnya.
Meski memiliki nama yang cukup unik, Mariya menyebut rasa rawon yang disajikan tetap mengandalkan racikan bumbu khas warung tersebut. Ia memilih tidak membuka seluruh komposisi bumbu yang digunakan.
“Insya Allah ada bedanya dengan rawon biasa. Ciri khasnya ada di bumbu-bumbunya. Setiap warung kan punya prinsip masing-masing,” tuturnya.
Selain pelanggan dari wilayah sekitar, Warung Kecik Rawon Gosong juga mulai dikenal wisatawan dari luar daerah. Mariya menyebut sejumlah pengunjung datang dari Surabaya hingga Jakarta.
Menurutnya, banyak pengunjung mengetahui keberadaan warung tersebut dari rekomendasi orang lain. Mereka datang tidak hanya untuk makan, tetapi juga menikmati suasana warung yang masih mempertahankan nuansa lama.
“Alhamdulillah, sekarang sering ada yang datang dari luar daerah. Dari Surabaya, Jakarta juga ada. Biasanya mereka nyaman di sini, lalu cerita kepada teman-temannya,” jelas Mariya.
Warung tersebut buka setiap hari mulai sekitar pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Pengunjung yang datang didominasi keluarga, termasuk rombongan wisatawan yang singgah dalam perjalanan.
Mariya berharap usaha yang dirintisnya dapat terus berkembang tanpa meninggalkan karakter tradisional yang selama ini menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Penginnya bisa lebih maju lagi. Kalau ada rezeki dan dana, tentu ingin menambah dan memperbaiki beberapa bagian, tetapi tetap mempertahankan suasana yang sudah ada,” pungkasnya.



















Tinggalkan Balasan