KEDIRI, Tandaglobal.news — Perkembangan metode pembibitan tanaman cabai mulai dirasakan para petani di Kabupaten Kediri. Salah satunya terlihat dari penggunaan wadah tray semai yang mulai dipilih untuk menggantikan metode lama menggunakan plastik lontong.

Meski demikian, metode semai lontong masih digunakan sebagian petani karena dinilai lebih murah dan sudah terbiasa.

Namun, untuk proses pembenihan dalam jumlah banyak, tray semai dianggap lebih praktis dan dapat mempercepat pekerjaan.

Ponidi, petani asal Plosoklaten, mengatakan metode semai lontong sebelumnya cukup populer karena biaya pembuatannya relatif murah. Plastik dibentuk seperti lontong kemudian diisi media tanam sebagai tempat benih cabai.

“Dulu banyak yang memakai semai lontong karena lebih murah. Sekarang sudah mulai ada yang beralih menggunakan tray semai karena prosesnya lebih cepat dan praktis,” ujar Ponidi, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, tray semai juga lebih mudah ditata sehingga dapat menghemat tempat di area persemaian.

Setiap benih memiliki ruang atau lubang tersendiri dengan ukuran media yang relatif sama.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan bibit lebih mudah dipantau.

Bibit yang tidak tumbuh juga dapat segera diketahui, sementara penyiraman dan pemberian nutrisi lebih mudah dilakukan secara merata.

Hal senada disampaikan Dwi, petani asal Puncu. Ia mengatakan penggunaan tray semai membantu petani ketika harus melakukan pembenihan dalam jumlah banyak.

“Kalau menggunakan tray, pengisian media lebih cepat dan penataannya juga mudah. Jadi untuk pembibitan banyak, pekerjaan bisa lebih cepat dibandingkan membuat semai lontong satu per satu,” jelasnya.

Selain menghemat waktu dan tenaga, tray semai memiliki lubang drainase pada setiap bagian bawah sel.

Hal tersebut membantu mengatur kelebihan air sehingga media tidak mudah tergenang.

Pertumbuhan akar juga lebih terarah karena masing-masing bibit berada dalam ruang tersendiri.

Kondisi tersebut memudahkan bibit ketika dipindahkan ke lahan karena media dan akar dapat dilepas dari lubang tray dengan lebih mudah apabila penanganannya dilakukan dengan benar.

Tray semai juga dapat digunakan kembali setelah dibersihkan.

Hal ini membuat wadah tersebut dapat menjadi pilihan bagi petani yang melakukan persemaian secara berulang.

Meski memiliki sejumlah kelebihan, penggunaan tray semai belum sepenuhnya menggantikan metode lama.

Sebagian petani masih memilih semai lontong karena pertimbangan biaya, ketersediaan bahan, maupun kebiasaan yang sudah dilakukan sejak lama.

“Tidak semuanya sudah menggunakan tray. Masih ada yang memakai metode lontong. Tetapi kalau dilihat dari prosesnya, tray memang lebih cepat, terutama ketika jumlah bibit yang disiapkan banyak,” kata Dwi.

Peralihan metode persemaian tersebut menunjukkan bahwa petani mulai menyesuaikan teknik pembibitan dengan kebutuhan efisiensi waktu, tenaga, tempat, serta kemudahan dalam perawatan bibit sebelum ditanam di lahan.