KEDIRI, Tandaglobal.news — Penjualan kuliner tahu takwa yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Kediri mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan sejumlah pedagang seiring melemahnya daya beli masyarakat dan semakin banyaknya penjual oleh-oleh tahu di Kota Kediri.

Sofi, penjual tahu takwa di Kota Kediri, mengatakan penjualan saat ini tidak seramai sebelumnya.

Jika dahulu penjualan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi sekarang, kini jumlah pembeli lebih bergantung pada situasi pasar.

“Kalau dibandingkan dulu memang penjualan sekarang menurun. Dulu bisa dua sampai tiga kali lebih banyak, sekarang tidak sebanyak itu,” ujar Sofi, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, persaingan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan.

Semakin banyak penjual oleh-oleh tahu di Kediri membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk membeli.

Selain persaingan, kondisi ekonomi masyarakat juga turut berpengaruh terhadap daya beli.

Faktor musiman seperti masa sekolah juga membuat jumlah pembeli terkadang mengalami perubahan.

Di tengah kondisi tersebut, pedagang juga menghadapi tantangan dari harga bahan baku, terutama kedelai yang cenderung mengalami kenaikan dan penurunan.

Perubahan harga bahan baku turut menjadi pertimbangan dalam menjalankan usaha.

Untuk produksi, jumlah tahu yang dibuat dan terjual setiap hari tidak selalu sama.

Sofi menyebut rata-rata penjualan berada di kisaran 100 biji atau lebih, tergantung kondisi pasar dan jumlah pembeli.

“Produksinya tidak pasti, tergantung keadaan. Rata-rata sekitar 100 biji atau lebih dalam sehari. Biasanya kalau weekend atau hari libur pembeli lebih ramai,” jelasnya.

Selain tahu takwa sebagai produk utama yang paling banyak dicari, toko tersebut juga menyediakan berbagai oleh-oleh lainnya.

Di antaranya getuk pisang dengan harga mulai Rp5.000 serta aneka camilan seperti kerupuk.

Meski menghadapi penurunan daya beli dan persaingan yang semakin ketat, keberadaan tahu takwa tetap menjadi bagian dari aktivitas usaha oleh-oleh di Kota Kediri.

Pedagang terus menyesuaikan jumlah produksi dengan kondisi pasar agar produk yang dijual tetap terserap oleh konsumen.