Jakarta, Tandaglobal.news — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan dunia mengenai risiko yang muncul seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perkembangan teknologi yang semakin cepat dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan, transparansi, dan langkah pengamanan yang memadai.
Mengutip CNBC Indonesia, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan peringatan tersebut dalam pidato pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Selasa (22/9/2026). Ia menyoroti perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat dan meminta negara-negara meningkatkan kerja sama untuk mengelola berbagai risiko yang mungkin muncul.
Guterres menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Teknologi tersebut dapat mendukung berbagai bidang, termasuk penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, manfaat tersebut perlu diiringi dengan sistem pengawasan yang mampu mengikuti perkembangan teknologinya.
Menurut Guterres, persoalan yang perlu diperhatikan bukan hanya teknologi AI itu sendiri, melainkan bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan digunakan. Ia menyoroti risiko ketika kemampuan teknologi berkembang tanpa akuntabilitas, pengawasan yang memadai, dan transparansi dalam pengambilan keputusan.
PBB Dorong Kerja Sama Antarnegara
Guterres menyerukan agar negara-negara yang memiliki kemampuan AI terdepan saling berbagi informasi mengenai risiko keselamatan. Kerja sama dalam pengujian dan evaluasi sistem AI juga dinilai penting untuk memastikan teknologi berkembang secara lebih aman dan bertanggung jawab.
PBB juga mendorong terbentuknya mekanisme kerja sama global karena dampak perkembangan AI tidak terbatas pada satu negara. Melalui kerja sama internasional, pemerintah, ilmuwan, industri, dan masyarakat sipil dapat terlibat dalam membangun tata kelola AI.
Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan Kerangka Kerja Manajemen Risiko AI multilateral. Kerangka tersebut diharapkan memiliki pengawasan yang kredibel dan independen untuk membantu negara-negara menghadapi berbagai risiko yang muncul dari perkembangan teknologi.
Keputusan Penting Tetap Berada di Tangan Manusia
Dalam pidatonya, Guterres juga menekankan pentingnya mempertahankan kendali manusia dalam penggunaan AI. Menurutnya, teknologi perlu dikembangkan untuk kepentingan manusia dan tidak boleh menggantikan pertimbangan manusia dalam keputusan yang memiliki konsekuensi serius.
PBB sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah dalam membangun tata kelola AI, termasuk melalui Global Digital Compact, Dialog Global Tata Kelola AI, serta pembentukan Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kerja sama dan memastikan kebijakan terkait AI memiliki dasar ilmiah.
Peringatan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI kini menjadi bagian penting dalam pembahasan global. Negara-negara tidak hanya menghadapi tantangan untuk mendorong inovasi, tetapi juga perlu memastikan teknologi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan keamanan, akuntabilitas, transparansi, dan kepentingan masyarakat.




















Tinggalkan Balasan