LOMBOK, Tandaglobal.news Investigasi BBC Eye mengungkap dugaan tekanan terhadap korban dan saksi kekerasan seksual di lingkungan Pesantren Abul Barokat, Lombok.

Salah satu rekaman audio yang diperoleh dalam investigasi tersebut memuat suara TGH Ahmad Imanuddin Sumar yang dikenal dengan sapaan Abah. Dalam rekaman itu terdengar ucapan, “Tutupi aib gurumu, nanda.”

Ucapan tersebut menjadi salah satu temuan dalam investigasi mengenai dugaan kekerasan seksual di lingkungan Pesantren Abul Barokat, Lombok.

Rekaman itu kemudian didengar oleh Joko Jumadi, pendamping korban kekerasan seksual sekaligus Ketua Laboratorium Hukum FHISIP Universitas Mataram.

Mengutip BBC News Indonesia, Joko mengaku hanya bisa tersenyum miris ketika mendengar pernyataan tersebut. Menurutnya, penggunaan narasi keagamaan dalam situasi semacam itu menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Joko mengatakan, dalil-dalil agama disebut kerap digunakan oleh sejumlah tuan guru atau pengajar pesantren yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual di berbagai tempat.

Menurut Joko, penggunaan dalil tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memengaruhi korban maupun saksi agar tidak mengungkapkan peristiwa yang mereka alami atau ketahui.

Tekanan semacam itu tidak hanya muncul dalam bentuk pernyataan secara langsung. Sejumlah rekaman yang dikumpulkan secara diam-diam menunjukkan adanya situasi yang membuat korban dan saksi berada dalam posisi sulit ketika hendak berbicara.

Dalam kasus kekerasan seksual, keberanian korban untuk mengungkapkan pengalaman mereka menjadi salah satu persoalan penting. Terlebih ketika korban berada dalam lingkungan yang memiliki hubungan kuat dengan figur yang dihormati, seperti pengajar atau tokoh agama.

Posisi tersebut dapat membuat korban menghadapi tekanan sosial maupun psikologis ketika mencoba menyampaikan kesaksian. Kondisi serupa juga dapat dirasakan oleh saksi yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai dugaan kekerasan seksual.

Rekaman-rekaman yang diperoleh dalam investigasi tersebut menjadi gambaran mengenai berbagai tekanan yang disebut dihadapi korban dan saksi. Mereka dihadapkan pada pesan-pesan yang mendorong agar persoalan tidak dibicarakan secara terbuka.

Persoalan tersebut kemudian menjadi bagian dari investigasi BBC Eye bertajuk Aib Sang Guru. Investigasi ini menelusuri dugaan kekerasan seksual di lingkungan pesantren sekaligus menggali pengalaman korban dan saksi dalam menghadapi berbagai tekanan setelah kasus mencuat.

Temuan tersebut juga menyoroti pentingnya ruang yang aman bagi korban untuk menyampaikan kesaksian. Dalam proses pengungkapan kasus kekerasan seksual, korban dan saksi membutuhkan perlindungan agar dapat memberikan informasi tanpa mengalami intimidasi ataupun tekanan untuk memilih diam.