YOGYAKARTA, Tandaglobal.news — Polemik dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami food truck Bolo Sego di Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta memasuki babak baru. Setelah kasus tersebut ramai di media sosial, sejumlah ulasan bintang satu bermunculan di halaman Google Bolo Sego.

Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan sejumlah akun memberikan rating satu bintang dengan penilaian 1 untuk makanan, layanan, dan suasana. Beberapa ulasan tercatat masuk dalam rentang waktu yang sangat berdekatan, mulai dari hitungan menit hingga beberapa jam.

Dalam tangkapan layar tersebut juga tercantum perubahan rating Google yang disebut turun dari 4,9 menjadi 2,3. Namun, angka tersebut merupakan kondisi yang terlihat pada tangkapan layar dan dapat berubah seiring masuknya ulasan baru.

Fenomena tersebut turut disorot akun media sosial Merapi Uncover pada 20 September 2026.

Unggahan itu menampilkan tangkapan layar sejumlah ulasan bintang satu terhadap Bolo Sego.

Media Mojok juga memberitakan munculnya gelombang rating bintang satu pada salah satu lokasi Bolo Sego di Pakuwon Mall Jogja setelah polemik dugaan pungli menjadi viral.

Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan seluruh pemberi rating tersebut bukan pelanggan Bolo Sego atau bahwa ulasan-ulasan itu dikoordinasikan oleh pihak tertentu.

Karena itu, munculnya review bintang satu lebih tepat disebut sebagai gelombang ulasan setelah polemik viral, tanpa menyimpulkan adanya serangan terorganisasi.

Polemik Bolo Sego bermula ketika pemiliknya, Dyah Laily Fardisa, mengungkap pengalaman saat food truck miliknya berjualan di Alkid pada 16 September 2026.

Bolo Sego awalnya direncanakan berjualan hingga 20 September, tetapi operasional dihentikan setelah satu hari.

Dyah mengaku pihaknya diminta membayar biaya parkir yang awalnya disebut mencapai Rp2,5 juta per hari.

Setelah negosiasi, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari.

Keraton Yogyakarta kemudian menegaskan bahwa pembayaran parkir maupun permintaan lain yang diceritakan Dyah bukan bagian dari pungutan yang ditetapkan Keraton.

Kini, polemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan pungutan di kawasan Alkid, tetapi juga merembet ke reputasi digital Bolo Sego.

Gelombang ulasan bintang satu membuat persoalan yang bermula di ruang publik turut bergeser ke halaman ulasan Google, dengan perubahan rating yang terlihat cukup drastis dalam waktu singkat.