KEDIRI, Tandaglobal.news Kondisi cuaca yang masih cenderung kering membuat petani sayur di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, harus lebih berhati-hati mengatur pengairan tanaman. Ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama, terutama bagi petani yang mulai menanam cabai.

Salah satunya Subandi, petani sayur di wilayah Asmorobangun. Saat ini, ia sudah mulai menanam cabai di dua lahan berbeda.

Meski penanaman tetap dilakukan, kebutuhan air untuk penyiraman atau pengocoran cukup besar dan harus dilakukan secara rutin.

Subandi mengatakan tanaman cabai membutuhkan pengairan setiap hari.

Kondisi tersebut membuat pengaturan waktu penyiraman menjadi penting agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.

“Untuk cabai ini airnya memang banyak, setiap hari harus dikocor. Kalau yang satu lahan, saya sampai mengocor malam hari, mulai pukul 00.00 sampai tembus pagi,” ujar Subandi, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, pengairan pada malam hingga dini hari dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Selain membutuhkan tenaga dan waktu, kebutuhan air yang cukup besar juga menjadi salah satu beban dalam budidaya cabai.

Subandi mengaku kondisi cuaca turut berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Beberapa tanaman cabai yang ditanamnya mengalami kematian sehingga harus dilakukan perawatan dan pengawasan lebih.

“Ada beberapa tanaman cabai yang mati. Mungkin salah satunya karena pengaruh cuaca juga,” katanya.