



KEDIRI, Tandaglobal.news — Rangkaian Pasar Murah Tahap II Kabupaten Kediri resmi berakhir di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Selasa (15/9/2026). Selama digelar di lima titik, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok bahkan ludes terjual.
Kegiatan yang digelar Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) bersama TP PKK Kabupaten Kediri tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Selain pasar murah, kegiatan juga diisi pemberian paket souvenir kepada 200 warga.
Masyarakat kemudian dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sonny Subroto Maheri Laksono mengatakan, pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar kenaikan harga kebutuhan pokok tidak terlalu membebani pengeluaran rumah tangga.
“Bapak dan Ibu yang mendapat paket souvenir semoga bisa bermanfaat dan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito melalui Ketua Pokja 1 Dyah Saktiana mengatakan, pelaksanaan Pasar Murah Tahap II menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan.
Menurutnya, respons masyarakat di setiap lokasi pelaksanaan cukup tinggi.
Lima titik yang menjadi lokasi pasar murah yakni Kecamatan Ringinrejo, Kayen Kidul, Kunjang, Grogol, dan terakhir Kecamatan Tarokan.
“Setelah pelaksanaan di lima titik ini, tentunya kami melakukan evaluasi untuk menjadi bahan perbaikan pada pelaksanaan berikutnya,” katanya.
Dyah menambahkan, Pasar Murah Tahap III Kabupaten Kediri direncanakan kembali digelar pada Desember 2026, menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.
Ia menyebut, keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli.
“Ini termasuk dalam upaya menjaga daya beli masyarakat yang berdampak pada pengendalian inflasi di Kabupaten Kediri,” pungkasnya.



















Tinggalkan Balasan