JAKARTA, Tandaglobal.news Kebiasaan malas bergerak atau mager menjadi hal yang perlu diperhatikan di tengah gaya hidup modern. Pekerjaan, penggunaan gawai, serta kebiasaan duduk dalam waktu lama dapat membuat seseorang semakin jarang melakukan aktivitas fisik.

Tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Kurangnya aktivitas fisik dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Dikutip dari ANTARA, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan 37,4 persen penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun tergolong kurang melakukan aktivitas fisik. Dalam laporan tersebut, rasa malas menjadi salah satu alasan yang cukup banyak disebut sebagai penyebab kurangnya aktivitas fisik.

Kebiasaan kurang bergerak dapat berkaitan dengan sejumlah risiko kesehatan, mulai dari masalah berat badan, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan mental. Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak menunggu sampai muncul keluhan kesehatan untuk mulai meningkatkan aktivitas fisik.

Perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, memilih menggunakan tangga dibandingkan lift, melakukan pekerjaan rumah, maupun meluangkan waktu untuk berolahraga dapat menjadi langkah awal.

Kementerian Kesehatan juga menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit dalam satu minggu. Waktu tersebut dapat dibagi dalam beberapa hari sehingga lebih mudah disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.

Selain olahraga terjadwal, mengurangi waktu duduk terlalu lama juga penting. Seseorang dapat menyelingi aktivitas dengan berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan ketika sedang bekerja maupun belajar.

Dengan membangun kebiasaan aktif secara bertahap, masyarakat dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik.