KEDIRI, Tandaglobal.news — Perum Bulog Cabang Kediri memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman. Stok yang tersedia saat ini disebut mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga sekitar 16 bulan ke depan.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan stok beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 109 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Stoknya sangat cukup dan ketahanan kami kurang lebih 16 bulan ke depan. Sangat baik, sangat banyak dan sangat aman,” ujar Harisun.

Ia meminta masyarakat tidak panik maupun melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah melalui Bulog telah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah besar untuk menjaga ketersediaan pangan.

“Kami menyiapkan stok yang cukup banyak. Artinya tidak usah bingung dan panik,” katanya.

Menurut Harisun, kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog juga tetap dijaga melalui proses perawatan secara berkala.

Stok beras tidak hanya disimpan, tetapi mendapatkan perlakuan untuk mempertahankan kualitas selama berada di gudang.

Ia menjelaskan, perawatan dilakukan secara rutin, antara lain melalui penyemprotan setiap bulan dan fumigasi setiap tiga bulan.

“Bukan dibiarkan begitu saja. Ada proses treatment dan perawatannya,” jelasnya.

Selain menjaga stok, Bulog Cabang Kediri juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani selama masih terdapat potensi produksi.

Harisun menyebut realisasi penyerapan telah mencapai 105 persen dari target yang ditetapkan.

“Penyerapan kita targetnya 73.549, sudah 105 persen. Tapi selama masih ada potensi untuk penyerapan, kita tetap serap,” ujarnya.

Menurutnya, panen raya utama biasanya berlangsung sekitar Maret-April.

Sementara panen kedua berlangsung sekitar Agustus-September, meskipun volumenya tidak sebesar panen raya pertama.

Penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan cadangan beras sekaligus membantu menyerap hasil produksi petani.

Di sisi lain, Bulog juga tetap melakukan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar dan titik distribusi.

Hingga periode terakhir, penyaluran SPHP Bulog Cabang Kediri tercatat sekitar 12,15 juta kilogram atau 12.150 ton sepanjang Januari hingga periode terakhir.

Harisun mengatakan penyaluran SPHP tetap dilakukan meskipun ritmenya disesuaikan karena Bulog juga tengah fokus menangani program bantuan pangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan beras medium di pasaran sekaligus membantu mengendalikan harga beras di tingkat konsumen.