BOGOR, TandaGlobalNews — PT Indo Kordsa Tbk merupakan perusahaan manufaktur berbasis tekstil teknis yang memiliki sejarah panjang dalam industri material penguat ban.
Perusahaan didirikan pada 1981 dengan nama PT Branta Mulia. Empat tahun kemudian, fasilitas pabrik kain ban pertama dibangun di Citeureup, Bogor. Operasi komersial dimulai pada 1 April 1987.
Perjalanan perusahaan kemudian berkembang melalui kerja sama internasional dengan perusahaan Jepang, Amerika Serikat dan Turki hingga akhirnya menggunakan nama PT Indo Kordsa Tbk.
Berdiri sebagai PT Branta Mulia
PT Indo Kordsa bermula dari PT Branta Mulia pada 1981.
Menurut sejarah resmi perusahaan, Branta Mulia didirikan sebagai pemasok utama material penguat ban premium untuk kawasan Asia Tenggara.
Pilihan bisnis tersebut membuat perusahaan sejak awal berada dalam bidang yang berbeda dari produsen tekstil pakaian.
Material yang diproduksi digunakan untuk memperkuat konstruksi ban.
Membangun Pabrik di Citeureup
Pada 1985, Branta Mulia membuka pabrik kain ban pertamanya di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Dua tahun kemudian, pada 1 April 1987, kegiatan operasional komersial dimulai.
Pabrik Citeureup menjadi pusat penting perjalanan perusahaan.
Lokasi tersebut tetap menjadi basis utama Indo Kordsa hingga sekarang.
Profil perusahaan mencatat kantor pusat dan pabrik berada di Desa Karang Asem Timur, Citeureup, Bogor.
Masuk Bursa Efek
Perkembangan perusahaan berlanjut ke pasar modal.
Pada 1990, saham Branta Mulia mulai tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan nama PT Branta Mulia Tbk.
Masuk bursa memberikan perusahaan akses terhadap sumber pendanaan sekaligus meningkatkan tuntutan terhadap tata kelola perusahaan.
Ekspansi ke Thailand
Pada Oktober 1990, perusahaan mendirikan perusahaan patungan Thai Branta Mulia Co. Ltd.
Langkah tersebut memperluas kegiatan Branta Mulia ke luar Indonesia.
Kemudian pada 1993, perusahaan membuka pabrik kain ban di Ayutthaya, Thailand.
Ekspansi ini memperlihatkan bahwa Branta Mulia mulai membangun jaringan manufaktur regional.
Kerja Sama dengan Teijin
Pada awal 1996, Branta Mulia mendirikan PT Branta Mulia Teijin Indonesia bersama Teijin Limited dari Jepang.
Perusahaan tersebut memproduksi benang ban polyester.
Produksi komersial dimulai pada 1997 di Citeureup, Bogor.
Langkah tersebut memperluas kemampuan perusahaan dari produksi kain ban menuju produksi benang yang menjadi bahan penguat ban.
Masuknya DuPont
Pada 1997, DuPont Chemical and Energy Operation Inc. mengambil kepemilikan sebesar 19,78 persen di Branta Mulia.
Kerja sama tersebut menjadi aliansi strategis hingga 2006.
Pada 2006, DuPont menjual seluruh sahamnya kepada sejumlah pemegang saham pendiri.
Periode tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan perusahaan dengan jaringan industri material global.
Kordsa Menjadi Pemegang Saham Mayoritas
Perubahan besar terjadi pada 2006 ketika Kordsa Global AS, bagian dari kelompok Sabancı Holding dari Turki, membeli sekitar 51,3 persen saham perusahaan.
Kepemilikan Kordsa kemudian meningkat.
Menurut sejarah resmi Indo Kordsa, hingga 2018 kepemilikan tersebut mencapai 61,59 persen.
Masuknya Kordsa mengubah posisi Branta Mulia menjadi bagian dari jaringan industri tekstil teknis global.
Menjadi PT Indo Kordsa Tbk
Setelah pengambilalihan oleh Kordsa, nama perusahaan berubah.
Pada 2007, PT Branta Mulia Tbk resmi menggunakan nama PT Indo Kordsa Tbk. Profil perusahaan mengonfirmasi perubahan nama tersebut pada 2007.
Nama Indo Kordsa kemudian menjadi identitas perusahaan hingga sekarang.
Pengembangan Produksi Polyester
Hubungan dengan Teijin juga mengalami perkembangan.
Pada 2008, kepemilikan perusahaan terhadap PT Indo Kordsa Teijin meningkat menjadi 99,90 persen setelah membeli saham yang dimiliki Teijin Fibers Limited.
Pada 2009, nama perusahaan tersebut berubah menjadi PT Indo Kordsa Polyester (IKP).
Kemudian IKP bergabung dengan Indo Kordsa efektif 1 Januari 2023 berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa.
Membangun Pabrik Kain Ban Kedua
Setelah berada dalam jaringan Kordsa, Indo Kordsa kembali memperluas fasilitas produksinya.
Pabrik kain ban kedua atau TCF 2 mulai dibangun pada 2012 dan kemudian diresmikan pada 2015.
Ekspansi tersebut meningkatkan kemampuan perusahaan memenuhi permintaan pasar material penguat ban.
Produk untuk Industri Ban
Produk Indo Kordsa merupakan bagian penting dalam industri ban.
Perusahaan memproduksi material seperti tire cord fabric serta benang polyester dan nylon untuk kebutuhan penguatan ban.
Karena digunakan dalam produk otomotif, kualitas dan konsistensi material menjadi faktor utama.
Hal tersebut membuat kegiatan Indo Kordsa lebih tepat ditempatkan dalam kategori technical textile daripada tekstil pakaian.
Posisi Strategis di Bogor
Citeureup menjadi basis utama Indo Kordsa selama puluhan tahun.
Lokasinya berada di Kabupaten Bogor dan dekat dengan kawasan industri Jabodetabek.
Dari fasilitas tersebut, perusahaan menjalankan kegiatan produksi sekaligus kantor pusat.
Data perusahaan mencatat jumlah karyawan sebanyak 1.120 orang pada 2024.
Perjalanan Lebih dari Empat Dekade
Sejak didirikan sebagai PT Branta Mulia pada 1981, perusahaan telah melewati lebih dari empat dekade.
Perjalanan tersebut mencakup pembangunan pabrik di Bogor, masuk bursa, ekspansi ke Thailand, kerja sama dengan Teijin dan DuPont, hingga menjadi bagian dari Kordsa.
Perubahan tersebut mengubah Branta Mulia dari perusahaan lokal menjadi bagian dari jaringan global industri material penguat ban.
Dari PT Branta Mulia pada 1981 hingga PT Indo Kordsa Tbk saat ini, sejarah perusahaan memperlihatkan perjalanan panjang industri tekstil teknis Indonesia. Berbasis di Citeureup, Bogor, Indo Kordsa terus menjadi bagian dari rantai pasok global industri ban melalui produksi material penguat yang digunakan dalam kendaraan di berbagai pasar.



















Tinggalkan Balasan