BEKASI, TandaGlobalNews — PT TAK Textiles Indonesia merupakan perusahaan tekstil yang mempunyai sejarah panjang dan mengalami beberapa kali perubahan kepemilikan serta nama perusahaan. Perjalanan tersebut dimulai pada 16 Januari 1990 dan melewati sejumlah fase, mulai dari YASAM Textiles, Saehan Textiles, Woongjin Textiles, TCK Textiles Indonesia hingga menggunakan nama PT TAK Textiles Indonesia.

Perusahaan kini menjadi bagian dari jaringan bisnis tekstil Toray.

Berdiri pada 1990

Menurut profil resmi Toray Indonesia, PT TAK Textiles Indonesia didirikan pada 16 Januari 1990 dan menjadi salah satu perusahaan manufaktur serta penjualan tekstil Toray di luar Jepang.

Perjalanan perusahaan bermula dengan nama PT YASAM Textiles.

Sebuah laporan praktik kerja industri yang mendokumentasikan sejarah perusahaan menyebut nama YASAM berkaitan dengan Yason­ta Samsung.

Pada tahap awal, kegiatan produksi dilakukan di fasilitas Tangerang.

Mengembangkan Pertenunan

Pada 1990, fasilitas pertama YASAM menjalankan kegiatan weaving atau pertenunan.

Perusahaan kemudian mengembangkan kemampuan produksi.

Pada 1995, kegiatan spinning atau pemintalan mulai dijalankan.

Dengan penambahan pemintalan, perusahaan mulai memiliki kemampuan produksi yang lebih luas dalam rantai tekstil.

Tahap tersebut menunjukkan perkembangan dari sekadar pertenunan menuju kemampuan menangani lebih banyak proses produksi.

Fasilitas Cikarang

Ekspansi berikutnya berlangsung pada 1993.

YASAM membangun fasilitas kedua di Cikarang, yang kemudian menjalankan kegiatan dyeing dan finishing.

Kehadiran fasilitas tersebut penting karena proses pencelupan dan finishing merupakan tahapan yang menentukan penampilan dan karakter kain.

Cikarang sendiri kemudian berkembang menjadi salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Indonesia.

Perubahan Kepemilikan pada 1997

Pada 20 Agustus 1997, terjadi perubahan kepemilikan saham.

Nama perusahaan kemudian berubah dari PT YASAM Textiles menjadi PT Saehan Textiles.

Kegiatan produksi tetap berjalan menggunakan fasilitas tekstil yang telah dikembangkan sebelumnya.

Pada periode tersebut, perusahaan menggunakan mesin-mesin yang berasal dari Korea, Jepang dan Eropa.

Perubahan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas produksi.

Berorientasi Ekspor

Pada periode Saehan, perusahaan mengembangkan pasar ekspor.

Dokumentasi sejarah perusahaan menyebut sebagian besar produksi dipasarkan ke kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sejak periode awal, perusahaan tidak hanya mengandalkan pasar domestik.

Pasar ekspor kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.

Menjadi Woongjin Textiles

Pada 1 Agustus 2008, terjadi perubahan kepemilikan berikutnya.

Nama perusahaan berubah menjadi PT Woongjin Textiles.

Perusahaan tetap menjalankan bisnis tekstil dengan produksi yang berorientasi pada pasar ekspor.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fase penting karena nama Woongjin kemudian menjadi bagian dari sejarah perusahaan sebelum masuk ke struktur bisnis Toray.

Menjadi TCK Textiles Indonesia

Perubahan berikutnya terjadi pada 3 Juni 2014.

Nama perusahaan berubah menjadi PT TCK Textiles Indonesia.

Dokumentasi perusahaan menyebut TCK berkaitan dengan Toray Chemical Korea.

Perubahan tersebut menjadi titik awal hubungan yang semakin kuat dengan jaringan bisnis Toray.

Berubah Menjadi PT TAK Textiles Indonesia

Pada 1 Oktober 2019, perusahaan kembali mengalami perubahan nama.

Nama PT TCK Textiles Indonesia berubah menjadi PT TAK Textiles Indonesia.

Profil Toray saat ini mengonfirmasi bahwa PT TAK Textiles Indonesia didirikan pada 16 Januari 1990 dan merupakan salah satu perusahaan manufaktur serta penjualan tekstil Toray di luar negeri.

Nama TAK berkaitan dengan Toray Advanced Korea.

Perubahan nama tersebut menandai fase baru perusahaan dalam jaringan Toray.

Fasilitas di Bekasi dan Tangerang

PT TAK Textiles Indonesia saat ini memiliki fasilitas yang tercatat di dua lokasi.

Toray mencatat kantor pusat dan salah satu fasilitas pabrik berada di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sementara itu, fasilitas lain berada di Cikarang Industrial Estate, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dengan demikian, penyebutan PT TAK Textiles Indonesia sebagai perusahaan yang mempunyai fasilitas di Bekasi memang berkaitan dengan keberadaan fasilitas Cikarang.

Produksi Tekstil

Perjalanan perusahaan menunjukkan penguasaan beberapa tahapan industri tekstil.

Mulai dari weaving, spinning hingga dyeing-finishing, fasilitas perusahaan berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Dokumentasi sejarah yang tersedia juga menyebut produksi tahunan sekitar 36 juta yard, dengan sebagian besar hasil produksi diarahkan untuk ekspor ke negara-negara Timur Tengah.

Angka tersebut berasal dari dokumentasi operasional perusahaan pada periode sebelumnya sehingga tidak semestinya dianggap sebagai kapasitas terkini.

Pasar Timur Tengah

Pasar Timur Tengah mempunyai peranan penting dalam sejarah perusahaan.

Produksi tekstil pada periode sebelumnya dipasarkan ke sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Libya.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana pabrik tekstil di Indonesia sejak lama telah terhubung dengan perdagangan internasional.

Perusahaan tidak hanya menjadi pemasok pasar domestik, tetapi juga memproduksi kain untuk pelanggan luar negeri.

Perjalanan Lebih dari Tiga Dekade

Dari YASAM pada 1990 hingga PT TAK Textiles Indonesia sekarang, perusahaan telah melewati lebih dari tiga dekade.

Perubahan nama menunjukkan perubahan struktur kepemilikan dan hubungan bisnis.

Namun, kegiatan inti sebagai perusahaan tekstil tetap menjadi benang merah perjalanan tersebut.

Keberadaan fasilitas di Cikarang juga memperkuat posisi perusahaan dalam kawasan industri Bekasi.

Bagian dari Jaringan Toray

Kini PT TAK Textiles Indonesia menjadi bagian dari jaringan perusahaan tekstil Toray.

Profil resmi Toray menyebut perusahaan sebagai salah satu perusahaan manufaktur dan penjualan tekstil Toray di luar Jepang.

Perjalanan tersebut membuat sejarah PT TAK menjadi contoh bagaimana perusahaan tekstil Indonesia berkembang melalui perubahan kepemilikan, modernisasi teknologi dan integrasi dengan kelompok usaha internasional.

Dari YASAM Textiles pada 1990, berganti menjadi Saehan, Woongjin dan TCK, hingga akhirnya menjadi PT TAK Textiles Indonesia pada 2019, perusahaan ini menunjukkan panjangnya perjalanan industri tekstil Indonesia dalam menghadapi perubahan modal, teknologi dan pasar global.